SAMPANG, RadarMadura.id – Hasil pembangunan Puskesmas Mandangin dan lapangan bola mengecewakan.
Karenanya, Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Sampang 2024 meminta agar proyek yang menghabiskan anggaran miliaran tersebut diaudit ulang.
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah melakukan audit terhadap pembangunan Puskesmas Mandangin pada Februari 2025.
Hasilnya, ada temuan sejumlah item pekerjaan yang tidak sesuai dengan perencanaan dan volumenya kurang.
Akibatnya, CV Andien sebagai pelaksana diharuskan mengembalikan anggaran sebesar Rp 44 juta.
Pansus LKPj Bupati Sampang 2024 juga sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) Sabtu (26/4).
Hasilnya, banyak ditemukan kerusakan. Seperti atap bocor, cat dinding mengelupas, paralon septic tank tak ditanam, dan temuan yang lainnya.
Meski begitu, pansus meminta agar bupati mengaudit ulang dua proyek yang dikerjakan CV Andien dan CV Ika Mulya Cipta Mandiri.
Rekomendasi ini disampaikan langsung kepada Bupati Sampang Slamet Junaidi saat rapat paripurna Rabu (30/4).
Ketua Pansus LKPj Bupati Sampang 2024 Alan Kaisan menyampaikan, hasil pembangunan Puskesmas Mandangin dan lapangan sepak bola tidak sesuai harapan.
Baca Juga: Limit Harga Alat Berat di Sampang Kedaluwarsa
Padahal, pemerintah daerah sudah menggelontorkan anggaran besar untuk memfasilitasi aspirasi masyarakat Sampang.
”Misalnya, lapangan sepak bola ini kan aspirasi dari pencinta bola. Ternyata pekerjaannya tidak sesuai harapan. Termasuk pembangunan Puskesmas Mandangin,” ujarnya.
Pansus juga sudah memanggil pelaksana pembangunan Puskesmas Mandangin CV Andien.
Termasuk pelaksana pembangunan lapangan sepak bola CV Ika Mulya Cipta Mandiri.
Tujuannya, untuk mendalami temuan hasil sidak. Pansus menilai dua rekanan itu tak patuh karena tidak hadir.
Alan mengungkapkan, pihaknya merekomendasikan agar komisi IV menindaklanjuti temuan pansus tersebut.
Pansus juga meminta bupati Sampang untuk melakukan audit ulang meski sudah dilakukan audit oleh BPK.
”Rekomendasi ini sebagai bentuk laporan kinerja pansus. Kami meminta audit ulang karena ada ketidaksesuaian ketika dicocokkan dengan RAB dan kontrak,” ungkapnya.
Kabid Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK) Dinkes KB Sampang Nurul Sarifah mengaku menerima sebelas rekomendasi dari pansus LKPj terkait pembangunan Puskesmas Mandangin.
Pertama, memperbaiki plafon dan atap yang rusak. Kedua, pemasangan instalasi listrik.
Ketiga, pemasangan pipa yang benar, pipa air bersih dan pipa air kotor dari kloset. Keempat, memperbaiki cat tembok yang tidak rata.
Kelima, pengadaan tandon. Keenam, pengadaan pompa air. Ketujuh, pavingisasi. Kedelapan, pembangunan pagar puskesmas. Kesembilan, pemasangan IPAL.
Kesepuluh, pembangunan rumah dinas dokter, bidan, dan perawat. Terakhir, kesebelas, lahan puskesmas sewa dan diperpanjang setiap lima tahun.
”Untuk pompa air dan tandon nanti harus pengadaan baru tahun depan,” papar Nurul.
Bupati Sampang Slamet Junaidi menyadari terdapat berbagai kekurangan dan tantangan dalam pelaksanaan program selama 2024.
Rekomendasi DPRD akan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan kinerja Pemkab Sampang ke depan.
”Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti semua rekomendasi yang diberikan DPRD Sampang, baik bersifat strategis, teknis, dan operasional,” janjinya. (bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia