Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pansus LKPj Bupati Sampang Geram, Realisasi PAD Pasar 2024 Jomplang

Fatmasari Margaretta • Selasa, 29 April 2025 | 15:00 WIB
TAK MAKSIMAL: Kepala Diskopindag Sampang Chairijah dan sejumlah kepala pasar mengikuti rapat bersama Pansus LKPj Sampang 2024 di ruang komisi besar kantor dewan. (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)
TAK MAKSIMAL: Kepala Diskopindag Sampang Chairijah dan sejumlah kepala pasar mengikuti rapat bersama Pansus LKPj Sampang 2024 di ruang komisi besar kantor dewan. (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Pansus LKPj Bupati Sampang 2024 menyoroti realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar.

Pasalnya, dinas koperasi, perindustrian, dan perdagangan (diskopindag) hanya mampu menyerap Rp 3,1 miliar dari target Rp 6 miliar selama 2024.

Ketua Pansus LKPj Bupati Sampang 2024 Alan Kaisan mengaku geram dengan kinerja Diskopindag Sampang.

Pasalnya, capaian PAD retribusi pasar sangat jomplang. Karena itu, pihaknya memanggil semua kepala pasar, Selasa (28/4).

Tim pansus meminta dinas terkait untuk memerinci satu per satu capaian PAD setiap pasar.

Ternyata mayoritas pasar tidak memenuhi target PAD Utamanya realisasi retribusi Pasar Srimangunan.

Dia menyebut, realisasi PAD dari pasar yang berada di pusat Kota Sampang itu sangat kecil.

”Dari target Rp 2 miliar hanya terealisasi Rp 742 juta atau 36,18 persen,” ujarnya.

Alan menduga, ada beberapa faktor yang menyebabkan serapan PAD minim.

Bisa saja terjadi kebocoran karena hasil penarikan dari pedagang tidak dilaporkan atau pedagang sengaja tidak membayar retribusi.

Dia meminta diskopindag menertibkan pedagang yang tidak mau bayar retribusi.

”Kalau memang ada pedagang yang tidak mau membayar retribusi, harus ada kebijakan tegas seperti mengganti pedagang lain. Kami minta agar ditertibkan,” desaknya.

Kepala Diskopindag Sampang Chairijah menyampaikan, ada perubahan mekanisme dalam pembayaran retribusi pasar.

Sebelumya dibayar harian setiap hari pasaran, berubah dibayar setiap tahun.

Perubahan mekanisme ini semula dinilai lebih mahal oleh pedagang.

Padahal, setelah dihitung justru makin murah dibanding bayar harian.

Namun, dalam pelaksanaannya, tidak semua pedagang membayar sekaligus. Sebagian dibayar dicicil dan banyak yang nunggak.

Berkaitan dengan rekomendasi pansus, dia berjanji akan menindaklanjutinya.

Termasuk untuk menyampaikan laporan perincian pembayaran retribusi pedagang di pasar.

Khususnya retribusi selama 2024 yang belum dilunasi.

”Pada 2024 sempat ada masa transisi karena ada perubahan mekanisme pembayaran retribusi. Tapi, apa yang menjadi rekomendasi DPRD akan kami tindak lanjuti,” janjinya. (jun/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#kebijakan #mekanisme #kinerja #lkpj #pedagang #retribusi