SAMPANG, RadarMadura.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Sampang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal.
Tujuannya, mendorong pegiat literasi agar menghasilkan karya tulis yang bisa mengangkat potensi lokal.
Plt Kepala Dispusip Sampang Asroni mengatakan, pihaknya menginginkan lahir penulis-penulis andal dan profesional di Kota Bahari.
Sebab, banyak kearifan lokal yang perlu diangkat menjadi karya tulis.
”Prinsip kami ingin memberdayakan masyarakat Sampang semua usia. Kemampuan menulisnya akan kami bimbing agar mereka benar-benar profesional,” katanya.
Karena itu, pihaknya menggelar bimtek tersebut. Pesertanya berasal dari kalangan penulis, pelajar, mahasiswa, guru, dan pegiat literasi lain.
Menurut dia, masyarakat banyak yang berminat menulis, tapi belum memiliki wadah.
Pihaknya akan mewadahi karya tulis masyarakat Sampang dan dikoleksi di Perpusnas.
”Jadi, hasil karya tulis mereka kami sediakan wadah. Tujuannya, semata-mata untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sampang,” ujarnya.
Asroni mengungkapkan, Kota Bahari memiliki banyak potensi yang bisa diangkat menjadi tulisan.
Misalnya, makanan lokal, tradisi lokal, dan kearifan lokal.
”Harapannya, melalui karya tulis masyarakat, potensi yang ada di Sampang bisa dikenal oleh masarakat luar daerah,” ungkapnya.
Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Luqman Hakim mengapresiasi ikhtiar Pemkab Sampang dalam mengangkat potensi lokal melalui bimtek tersebut.
Menurut dia, ada beberapa sudut pandang yang bisa dilihat dari potensi Sampang. Dia mengibaratkan Sampang sebagai sumur.
”Saat melihat sumur, banyak sekali sudut pandang yang bisa dibahas. Sumur tidak hanya dinikmati oleh kalangan tertentu. Siapa pun bisa menimba, meminum airnya, dan sebagainya, tergantung yang diinginkan,” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta