SAMPANG, RadarMadura.id – Wisata religi di Kabupaten Sampang menyimpan banyak sejarah. Seperti kompleks Pemakaman Rato Ebu Madegan yang terletak di Kelurahan Polagan, Kecamatan Kota, Sampang.
Beberapa keluarga Kerajaan Madegan dimakamkan di kompleks itu. Dahulu, Kerajaan Madegan dipimpin seorang adipati bernama Pramono. Raja pertama itu memperluas daerah kekuasaannya dengan mendirikan kerajaan di Pamekasan.
Kepemimpinannya di Kota Gerbang Salam itu kemudian dipasrahkan kepada putranya, Pangeran Bonorogo (Buju’ Lenduh).
Lalu, dilanjutkan Panembahan Ronggosukowati yang tidak lain putra pangeran Bonorogo atau cucu Adipati Pramono.
”Adipati Pramono memasrahkan kerajaan di Pamekasan pada putranya karena memfokuskan diri memimpin Kerajaan Madegan,” ujar juru kunci kompleks Makam Rato Ebu Madegan Abdul Mufti.
Mufti mengungkapkan, Adipati Pramono merupakan penggagas berdirinya Masjid Madegan. Dia memiliki saudara bernama Adipati Pragalba yang memiliki tiga istri. Yaitu, Nyai Prakoso, Padopo, dan Ageng Mamah.
Dari istri keduanya, Adipati Pragalba memiliki putra bernama Pangeran Zuhro. Dia memiliki tiga keturunan, yaitu Rato Ebu, Pangeran Santromerto, dan Mertosari.
”Sedangkan Rato Ebu menikah dengan Raden Koro Putro dari istri Nyai Ageng Mamah. Mereka memiliki anak atas nama Pangeran Cakraningrat 1 (Praseno) yang ada di Mataram dan kemudian menetap di Bangkalan,” ujarnya.
Rato Ebu meninggal dan dikebumikan di kompleks pemakaman di Madegan, Kelurahan Polagan, Sampang. Ada beberapa tokoh lain yang juga dimakamkan di kompleks tersebut.
Di antaranya, Raden Maospati, Raden Ayu Sundari, Raden Turboyo, dan Pangeran Baja yang merupakan keturunan Kerajaan Madegan.
”Termasuk Bupati Sampang pertama Tumenggung Koesoemo Adiningrat yang merupakan keturunan Cakraningrat IV,” ujarnya.
Ada dua pesarean bernama Rato Ebu yang kerap membingungkan masyarakat. Yakni, di Kelurahan Polagan, Sampang, dan di Kecamatan Arosbaya, Bangkalan. Namun, Makam Rato Ebu yang sebenarnya di Kota Bahari.
Sedangkan yang berada di Kecamatan Arosbaya merupakan Syarifah Ambami yang tidak lain menantu dari Rato Ebu. Syarifah Ambami merupakan istri Cakraningrat I.
”Makanya, orang Bangkalan menyebut Rato Ebu Bangkalan,” jelasnya. (bai/jup)
Editor : Achmad Andrian F