SAMPANG, RadarMadura.id – Saat ini Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Amin Sumber Telor, Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal, Sampang, berusia seratus tahun.
Jawa Pos Radar Madura (JPRM) berkesempatan silaturahmi dengan KH Abd. Malik Hamidin di kediamannya, Kamis (6/3).
Pengasuh ketiga pesantren yang mendidik ratusan santri tersebut menceritakan sejarah berdirinya Ponpes Darul Amin.
Kiai Malik mengatakan, pesantren tersebut berdiri sejak sebelum kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Tepatnya, sekitar 1924 Masehi.
”Ponpes Darul Amin didirikan sekitar 1924. Perintis pertama KH Nawawi,” kata tokoh kelahiran 1962 itu.
Kiai Malik menceritakan, KH Nawawi tidak memiliki keturunan. Dia mendidik dan membina santri sendirian. Pada 1936, KH Nawawi wafat dan tidak ada yang meneruskan pengelolaan pesantren.
”Beliau (KH Nawawi) mewariskan pondok dan masjid. Sejak beliau wafat, ponpes ini tidak ada yang meneruskan,” ujarnya.
Kepengasuhan pesantren sempat vakum selama 24 tahun. Sebab, pada 1960 pesantren dikelola KH Mudhar.
Saat itu, yang bisa dikembangkan hanya masjid. Sebab, kegiatan pesantren sudah tidak aktif. KH Mudhar merupakan kakak Kiai Malik.
”Kiai Mudhar merupakan cucu dari ponakan Kiai Nawawi yang meneruskan pondok dan masjid,” ucapnya.
Kiai Malik memaparkan, pada masa kepemimpinan Kiai Mudhar, Ponpes Darul Amin mengalami perkembangan.
Setelah 30 tahun memimpin, pada 1990 Kiai Mudhar wafat. Lalu, tonggak kepemimpinan pesantren beralih kepada Kiai Malik.
”Saya yang meneruskan pesantren ini sampai sekarang. Saya meneruskan perjuangan Kiai Nawawi dalam mengembangkan pesantren ini,” paparnya.
Suami Ny Hj Anisah Hasan Alawy itu mengutarakan, Pesantren Darul Amin dulu didirikan karena di daerah Sampang utara tidak ada tokoh ulama dan pesantren.
Karena itu, KH Nawawi mendirikan pesantren pertama di daerah Sampang utara tersebut.
Sejak awal tujuan pesantren di antaranya Li ‘ila kalimatillah atau menegakkan kalimat Allah. Berdirinya pesantren merupakan bentuk dari izzul Islam wal muslimin kejayaan Islam dan kaum muslimin.
”Dulu di daerah Sampang utara tidak ada pesantren. Pondok ini merupakan pesantren pertama yang berdiri di Sampang utara,” tukasnya. (bai/bil)
Editor : Achmad Andrian F