KOTA, RadarMadura.id – Program pendampingan produk industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Sampang minim.
Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang berencana merealisasikan program kurasi level standardisasi produk IKM. Sayangnya, program ini tidak bisa terlaksana tahun ini.
Penyuluh Perindustrian Perdagangan Diskopindag Sampang Moh. Irwan Ferdiawan menyampaikan, fasilitasi pemerintah untuk menunjang aktivitas IKM mencakup berbagai sektor. Termasuk dalam pengemasan hingga target pemasaran produk.
Pihaknya punya program untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan produk yang sesuai dengan target pasar.
Yakni, program kurasi level standardisasi produk yang sudah dilaksanakan tahun lalu. Program ini juga direncanakan akan digelar tahun ini.
Namun, rencana tersebut tidak bisa terlaksana tahun ini. Alasannya, anggaran yang disiapkan sebesar Rp 15 juta dipangkas karena terdampak efisiensi.
”Kurasi level standardisasi produk itu dikemas dengan penilaian untuk menentukan level pemasaran produk itu. Kami mendatangkan ahli untuk menilainya,” jelasnya.
Menurutnya, program tersebut sangat membantu dalam menentukan pemasaran produk. Apakah produk IKM dijual di pasar lokal, pasar nasional atau pasar ekspor. Setiap produk memiliki standardisasi yang harus dipenuhi.
Dijelaskan, pemerintah akan mengeluarkan laporan penilaian standardisasi produk melalui program kurasi level standardisasi produk. Penilaian tersebut menjadi rekomendasi kepada pelaku IKM untuk memasarkan produknya.
”Kegiatan ini menyasar produk lokal dari pelaku IKM di Sampang. Ini direncanakan untuk dilaksanakan setiap tahun, tapi tahun ini ditiadakan,” tukasnya. (jun/bil)
Editor : Achmad Andrian F