SAMPANG, RadarMadura.id – Akses Jembatan Suramadu mendapat keluhan dari sejumlah pihak.
Selain karena tak terawat, terjadi aksi kriminalitas yang membahayakan pengendara. Hal ini terjadi pasca pengelolaan jembatan digratiskan.
Karena itu, anggota DPRD Jawa Timur (Jatim) Nurul Huda mengusulkan agar Jembatan Suramadu kembali berbayar.
Tujuannya, untuk meminimalkan tingkat kriminalitas dan perawatan jembatan agar lebih maksimal.
”Sejumlah masyarakat dan tokoh pemuda menyampaikan aspirasi kepada kami. Setiap ada kriminalitas di Surabaya yang dibawa-bawa nama Madura, karena ada Jembatan Suramadu,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Ra Huda itu mengutarakan, ada sejumlah aspirasi yang diterima dari masyarakat Madura.
Di antaranya, peningkatan pengawasan keamanan seperti pemasangan CCTV, meningkatkan fasilitas seperti lampu penerangan jalan umum (PJU) dan sebagainya.
Dia menyadari, aspirasi tersebut tidak bisa terealisasi tanpa dukungan anggaran. Apalagi, saat ini pemerintah pusat melakukan efisiensi anggaran.
Solusinya, pihaknya mengusulkan Jembatan Suramadu berbayar lagi agar masyarakat saat melintas di Suramadu merasa nyaman dan aman.
”Tanggung jawab sepenuhnya wewenang Kementerian PUPR. Sebab, Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) sudah dibubarkan,” tutur Ketua DPD KNPI Sampang itu.
Ra Huda mengusulkan agar tarif akses masuk Jembatan Suramadu tidak terlalu mahal. Untuk mobil tarifnya Rp 5.000 dan sepeda motor Rp 3.000.
Tarif ini sama dengan retribusi parkir di wilayah Surabaya.
Sebelumnya, tarif mobil Rp 10.000 hingga Rp 15.000 dan sepeda motor Rp 5 ribu.
”Kami masih membahasnya di komisi dengan dinas terkait. Jika memang nanti disetujui, pemerintah pusat mesti membentuk lagi badan khusus untuk mengelola Jembatan Suramadu,” usulnya.
Menurutnya, tujuan awal pembangunan Jembatan Suramadu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Madura.
Faktanya, tujuan tersebut belum tercapai. Bahkan, fungsi Jembatan Suramadu disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Sebagai anggota DPRD Jatim dari dapil Madura, Ra Huda bolak-balik dari Madura ke Surabaya.
Dirinya memperhatikan fasilitas jalan, minim perawatan. Pelanggaran lalu lintas juga sering terjadi di akses jalan Suramadu.
”Anak muda sering balap liar, karena pengawasannya kurang. Itu sangat meresahkan bagi pengendara yang lain dan membahayakan” tandasnya. (bai/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti