SAMPANG, RadarMadura.id – Banyaknya lembaga pendidikan tingkat SMP di Kecamatan Ketapang berdampak pada jumlah siswa.
Buktinya, jumlah siswa SMP Negeri 3 Ketapang setiap tahun merosot.
Karena itu, lembaga pendidikan binaan Dinas Pendidikan (Dispendik) Sampang tersebut diusulkan untuk dihapus.
Usulan tersebut disampaikan Camat Ketapang Bambang Surharyadi saat musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) RKPD 2026.
Alasannya, lembaga pendidikan tingkat menengah di Ketapang cukup banyak. Utamanya sekolah yang dikelola swasta.
”Alasan utama pengusulan penghapusan karena progres siswa setiap tahunnya menyusut,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, banyak peserta didik memilih tidak bersekolah di SMP Negeri 3 Ketapang.
Buktinya, jumlah siswa dari kelas VII sampai kelas IX hanya 21 orang. Karena itu, dia berharap SMPN 3 Ketapang dihapus.
Selain itu, Bambang mengusulkan agar SMP Negeri 3 tersebut diganti dengan sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri.
Dia meyakini keberadaan SMK lebih dimintai karena bisa membantu generasi muda untuk mengembangkan kemampuannya.
Sebab, proses pembelajarannya lebih tearah sesuai kejuruannya.
”Sebaiknya SMP Negeri 3 Ketapang dihapus karena siswanya terlalu sedikit, hanya 21 orang. Jangan-jangan lebih banyak guru daripada siswanya,” tuturnya.
Kepala UPTD SMP Negeri 3 Ketapang Gunawan menyadari jika setiap tahun jumlah siswa mengalami penyusutan.
Pihaknya juga tidak keberatan dengan usulan yang disampaikan camat Ketapang.
Menurutnya, kewenangan penghapusan sekolah adalah kewenangan pemerintah daerah.
”Secara pribadi maupun kepala sekolah, saya tidak keberatan dengan usulan penghapusan SMPN 3 Ketapang. Mengingat jumlah siswanya memang menyusut,” tukasnya. (jun/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta