Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Terpapar PMK, Belasan Sapi di Sampang Mati, Disperta KP: Pemerintah Mulai Lakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 17 Januari 2025 | 16:05 WIB
TERIK: Pedagang menjual sapinya di Pasar Hewan Aeng Sareh, Kamis (5/12/2024). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)
TERIK: Pedagang menjual sapinya di Pasar Hewan Aeng Sareh, Kamis (5/12/2024). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Ternak di Sampang terdeteksi terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).

Sejak November 2024, pemerintah mencatat ada ratusan ekor sapi yang terjangkit. Sebanyak 13 ekor di antaranya mati.

Sejak wabah PMK melanda, ada 785 ekor sapi yang terpapar dan 304 ekor di antaranya berhasil disembuhkan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang Suyono mengatakan, pemerintah sudah menerima laporan sejak November 2024.

Selanjutnya, institusinya melakukan pengobatan. ”Kami mengerahkan 50 petugas kesehatan di 14 kecamatan,” katanya.

Menurut dia, banyak ternak sapi yang berhasil sembuh setelah diobati.

Tetapi, ada belasan ekor sapi yang tidak tertolong atau mati karena terpapar virus PMK.

Kendati demikian, dia minta para peternak untuk tidak panik.

Suyono menuturkan, persebaran PMK tahun ini tidak separah tahun 2022 lalu.

Jumlah ternak yang terpapar juga tidak banyak. Sebab, kala itu sebanyak 5 ribu lebih ternak terpapar PMK.

”Persebaran PMK sekarang merata di 14 kecamatan di Kabupaten Sampang. Paling banyak di Kecamatan Camplong dan 161 ekor sapi terpapar,” terangnya.

Menurutnya, masyarakat dapat segera menghubungi petugas apabila ternaknya sakit.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai melakukan penyemprotan cairan disinfektan di pasar hewan.

”Langkah ini sebagai upaya untuk mencegah persebaran virus dan menekan jumlah ternak yang terpapar,” tuturnya.

Ketua LSM Fakta Jatim Mohammad Hakim mengingatkan, wabah PMK harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

Dia minta pemerintah semakin rajin melakukan sosialisasi tentang tips menjaga kesehatan ternak.

”Sebagian warga Sampang beternak sapi. Wabah PMK tentunya mengkhawatirkan bagi peternak. Karena itu, wabah ini harus secepatnya ditangani. Jangan sampai jumlah ternak yang terpapar terus meningkat,” pintanya. (jun/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#peternak #wabah #Penyakit Mulut dan Kuku #sapi #terpapar #pmk #persebaran #ternak