SAMPANG, RadarMadura.id – Usaha jasa sablon yang dirintis Moh. Salim belum begitu lama.
Warga Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Sampang, itu baru memulai usahanya sejak Januari 2023.
Namun, penghasilan yang diperoleh bisa sampai jutaan rupiah dalam sebulan.
Pemuda 24 tahun itu menyampaikan, usaha yang dijalani berawal dari kesibukannya sebagai aktivis mahasiswa yang ingin melaksanakan kegiatan.
Namun, saat itu selalu terkendala dengan anggaran. Selain itu, kurang efektif apabila hanya mengandalkan pengajuan proposal kepada senior.
Aktivis PMII di Sampang itu berpikir untuk berjualan kaus dengan disablon logo organisasi.
Kemudian, dijual kepada senior dan keuntungannya digunakan untuk melaksanakan kegiatan.
Dalam kesempatan itu juga dia melihat ada peluang usaha yang dapat ditekuni.
Pemilik Thysa Printing itu bersyukur, usahanya bisa berjalan sampai sekarang.
Bahkan, dirinya tidak canggung untuk mengaku bisa menghasilkan banyak uang dari usaha tersebut.
Dalam sebulan, dirinya bisa mendapat penghasilan sampai Rp 2 juta.
Metode promosi Salim dengan memanfaatkan jejaring pertemanan. Baik dengan komunitas hingga organisasi mahasiswa di Kota Bahari.
Dia juga mempromosikan produknya melalui akun media sosial.
Menurut dia, harga yang dipatok kepada pelanggan sesuai ukuran dan jumlah pesanan.
Dia mengaku tidak pernah mengikuti kegiatan pelatihan kerja yang berkaitan dengan kegiatan jasa sablon.
Dirinya belajar otodidak secara bertahap untuk menghasilkan produk yang bagus.
”Sekarang saya juga membuka lokasi usaha yang berada di Desa Kamuning, Kecamatan Sampang,” jelasnya. (jun/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti