KOTA, Jawa Pos Radar Madura – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sampang memiliki anggaran belanja map plastik.
Pagu anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sampang 2024 bernilai puluhan juta.
Kepala Dispendukcapil Sampang Nor Alam mengatakan, anggaran belanja map plastik yang diterima institusinya sebesar Rp 70.000.000.
”Itu anggaran rutin setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan pelayanan administrasi kependudukan,” katanya.
Menurutnya, map plastik harus dianggarkan setiap tahun oleh institusinya. Sebab, saat ini pembuatan administrasi kependudukan, seperti kartu keluarga (KK), akta kelahiran sudah tidak memakai kertas seperti ketentuan sebelumnya.
”Dalam pembuatan administrasi kependudukan sekarang hanya menggunakan kertas biasa. Makanya, perlu untuk diberi map plastik agar tidak mudah rusak,” terangnya.
Dijelaskan, anggaran Rp 70.000.000 itu dialokasikan untuk belanja map plastik sebanyak 25.000 lembar. Namun, tidak semua administrasi kependudukan yang diajukan masyarakat diberi map plastik.
”Dokumen kependudukan yang diberi map plastik hanya yang dicetak dengan kertas biasa saja. Seperti KK dan akta kelahiran. Sedangkan untuk KTP tidak perlu,” tuturnya.
Menurutnya, jumlah map plastik tersebut dinilai masih kurang ideal. Sebab, warga yang mengajukan administrasi kependudukan sebanyak 300–500 orang per hari.
”Makanya, map plastik itu hanya diberikan kepada warga yang mengurus KK dan akta kelahiran,” ujarnya.
Anggota DPRD Sampang Agus Husnul Yakin mengatakan, pelayanan terhadap masyarakat memang harus maksimal. Sebab, masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan terbaik.
”Langkah yang dilakukan dinas terkait sudah tepat. Jangan sampai nanti masih ada keluhan-keluhan terkait pelayanan kependudukan,” tandasnya. (bai/yan)
Editor : Achmad Andrian F