SAMPANG, RadarMadura.id – Jumlah lembaga pendidikan SD dan SMP di Kabupaten Sampang mencapai ratusan.
Namun, berdasarkan data di Dinas Pendidikan (Dispendik) Sampang, sekolah yang tidak bersertifikat juga mencapai ratusan.
Sekretaris Dispendik Sampang Muhammad Imran menyatakan, jumlah SD negeri maupun swasta di Kota Bahari sebanyak 626 sekolah. Sedangkan SMP negeri maupun swasta 315 sekolah.
”Untuk SMP mayoritas sudah bersertifikat. Sebab, sebelum dibangun, tanahnya harus sudah bersertifikat,” ujarnya.
Menurut dia, status tanah SD berbeda dengan SMP. Dari 626 SD di Sampang, yang belum bersertifikat 209 sekolah.
”Salah satunya SDN Asemjaran 3, Banyuates; SDN Asemjaran 4, Banyuates; dan SDN 4, Banyuates,” tuturnya.
Dia menjelaskan, tahun ini ada beberapa sekolah yang sertifikatnya dalam proses. Ada 37 sekolah yang sedang diproses sertifikatnya.
”Salah satu sekolah yang sedang dalam proses penerbitan sertifikat di antaranya SDN Madupat 1, Camplong; SDN Madupat 2, Camplong; dan beberapa sekolah lain,” katanya.
Kabid Pengelolaan Aset Daerah BPPKAD Sampang Achmad Murang menyatakan, tahun ini institusinya menargetkan 75 aset milik pemkab bersertifikat. Namun, puluhan aset tersebut tidak hanya berupa sekolah. ”Melainkan juga gedung,” ulasnya.
Menurut dia, saat institusinya hendak mengurus sertifikat sekolah, ternyata status tanahnya masih berpolemik.
”Itu yang menjadi salah satu kendala bagi kami. Padahal, untuk menyertifikasi aset, status tanahnya harus clean dan clear. Itu sesuai regulasi di BPN,” tandasnya. (bai/yan)
Editor : Ina Herdiyana