SAMPANG, RadarMadura.id – Usulan kuota penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA Negeri 4 Sampang tahun ini hanya 72 siswa.
Usulan ini belum disetujui Pemprov Jawa Timur. Tapi, jika berkaca pada PPDB tahun sebelumnya, sekolah pesimistis kuota tersebut bisa terpenuhi.
Kepala SMA Negeri 4 Sampang Moh. Farid Siswandy mengatakan, penentuan usulan kuota sudah disesuaikan dengan analisis kemampuan sekolah.
Pihaknya juga mempertimbangkan minat masyarakat untuk menimba ilmu di sekolah yang berdiri di Kelurahan Karang Dalem tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, minat siswa yang mendaftar minim. Tak heran jika pagu siswa baru yang ditentukan kerap tidak tercapai.
Dia merasakan, belakangan pendaftar baru di sekolah yang dipimpinnya minim.
”Sekalipun, setiap pendaftaran peserta didik baru pagu siswa paling sedikit dibanding sekolah lain,” katanya.
Farid mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan jumlah pendaftar minim. Di antaranya, jarak dengan sekolah lain terlalu dekat.
Faktor lainnya, posisi sekolah yang kurang strategis karena berada di pedalaman dan jauh dari akses jalan utama.
”Lokasi sekolah yang kurang strategis ini bisa memengaruhi minat siswa untuk mendaftar. Tetapi, kami tetap mengupayakan agar pendaftar bisa lebih banyak,” janjinya.
Sekretaris PC PMII Kabupaten Sampang Suryadi mendorong sekolah lebih giat melakukan sosialisasi.
Yakni, dengan cara mendatangi siswa kelas akhir di tingkat SMP atau sederajat agar tertarik untuk mendaftar.
”Kalau fasilitasnya lengkap, tapi siswanya tidak ada itu percuma. Makanya, harus bisa menarik minat siswa baru,” terangnya. (jun/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta