SAMPANG, RadarMadura.id – Dugaan pemotongan dana jaspel dan konsumsi pasien Puskesmas Batulenger mulai ada titik terang.
Hasil audit Inspektorat Sampang, ada indikasi dana untuk nakes itu disunat. Karena itu, pihak Puskesmas Batulenger dan Dinkes KB Sampang akan diklarifikasi.
Kepala Inspektorat Sampang Ari Wibowo mengatakan, proses audit yang dilakukan institusinya ada beberapa tahapan.
Di antara yang sudah dilakukan yaitu pengumpulan data yang menjadi bahan analisis tim audit.
Itu dilakukan untuk menemukan indikasi penyimpangan dalam dugaan pemotongan dana jaspel dan makan dan minum (mamin) pasien.
Proses audit tahap awal ini sudah dilakukan. Kegiatan audit dilaksanakan mulai Senin (22/4) hingga Senin (6/5).
”Permintaan pengumpulan dan pendalaman beberapa data sudah selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan,” katanya.
Ari mengungkapkan, dari hasil analisis tim audit, ada sejumlah temuan yang mengindikasikan dana jaspel disunat.
Namun, pihaknya belum bisa membeberkan hasil temuan tim audit. Sebab, butuh pendalaman agar kasus tersebut semakin terang benderang.
”Masih disebut temuan sementara karena nanti masih ada tahapan ekspose atau klarifikasi pada pihak yang dilakukan audit,” ungkapnya.
Inspektorat Sampang komitmen menyelesaikan audit dugaan pemotongan dana jaspel dan mamin pasien di Puskesmas Batulenger.
Ari menjelaskan, pihaknya akan segera memanggil pihak Puskesmas Batulenger dan Dinkes KB Sampang. Yakni, untuk mengklarifikasi hasil analisis yang dilakukan tim audit.
”Baru setelah proses ekspose itu, kami bisa mengambil kesimpulan akhir hasil audit yang kami laksanakan terkait temuannya apa,” ujarnya.
Proses ekspose tersebut menjadi salah satu indikator penting yang perlu dilaksanakan dalam proses audit.
Tujuannya, menyampaikan temuan-temuan sementara berdasarkan hasil analisis tim audit institusinya.
”Mereka (puskesmas dan dinkes KB) kami beri kesempatan untuk klarifikasi. Baik menerima temuan-temuan itu atau menambah data saat proses ekspose,” paparnya.
Ari meminta publik bersabar menunggu hasil akhir audit yang dilakukan tim. Dia memastikan proses audit akan dilakukan secara profesional lantaran sudah menjadi tanggung jawab inspektorat untuk mengungkap kebenaran kasus tersebut.
”Untuk jadwal klarifikasi belum kami tentukan. Kami rapatkan dulu dengan tim internal,” ucapnya.
Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mengonfirmasi Kepala Puskesmas (Kapus) Batulenger Nur Amalia Apri Kusdarwati melalui sambungan telepon selulernya.
Namun, hingga pukul 14.27 yang bersangkutan tidak merespons meski dalam keadaan berdering atau aktif.
Begitu juga Kepala Dinkes KB Sampang Abdullah Najich. Beberapa kali dihubungi, dokter spesialis paru-paru itu mengabaikan upaya konfirmasi yang dilakukan koran ini. (bai/bil)
Editor : Ina Herdiyana