Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dewan Desak Inspektorat Buka Hasil Audit terkait Dugaan Pemotongan Dana Jaspel dan Mamin Puskesmas Batulenger

Berta SL Danafia • Kamis, 9 Mei 2024 | 20:51 WIB
AUDIT DANA JASPEL: Sekuriti sedang berjaga di halaman kantor Inspektorat Sampang Rabu (8/5).
AUDIT DANA JASPEL: Sekuriti sedang berjaga di halaman kantor Inspektorat Sampang Rabu (8/5).

SAMPANG, RadarMadura.id – Hasil audit Inspektorat Sampang atas dugaan pemotongan dana jaspel dan anggaran konsumsi pasien Puskesmas Batulenger tak jelas.

Padahal, proses audit dijadwalkan selama dua pekan. Yakni, mulai Senin (22/4) hingga Senin (6/5).

Hal itu mendapat sorotan dari anggota Komisi I DPRD Sampang Dedi Dores. Menurutnya, semua organisasi perangkat daerah (OPD) wajib terbuka kepada publik.

Khususnya informasi yang menyita perhatian masyarakat, termasuk hasil audit dugaan pemotongan dana jaspel dan mamin pasien Puskesmas Batulenger.

”Tujuannya, agar tidak menimbulkan asumsi liar (negatif) dari masyarakat terkait dugaan kasus yang diaudit oleh inspektorat,” tuturnya.

Dia mengutarakan, masyarakat sudah mendengar informasi dugaan pemotongan jaspel dan mamin pasien di Puskesmas Batulenger.

Masyarakat menunggu hasil akhir audit dari pemerintah terkait kebenaran dari informasi tersebut.

Jika hasil audit sudah selesai, Dedi mendesak agar inspektorat segera menyampaikan ke publik. Pemerintah harus transparansi dalam menyikapi masalah tersebut.

”Kasus ini memang menjadi perhatian masyarakat. Apakah benar dugaan pemotongan jaspel dan mamin pasien terjadi di Puskesmas Batulenger?” tanyanya.

Dedi memaparkan, hasil audit inspektorat menjadi salah satu bukti benar tidaknya dugaan pemotongan jaspel dan mamin pasien di Puskesmas Batulenger.

Jika inspektorat tidak terbuka, masyarakat akan tetap punya prasangka buruk terhadap Puskesmas Batulenger.

”Kami minta instansi terkait menyampaikan setransparan mungkin. Sehingga semuanya dapat mengetahui dugaan kasus di Puskesmas Batulenger itu,” desaknya.

Kepala Inspektorat Sampang Ari Wibowo tidak ada di ruang kerjanya kemarin (Rabu, Red). Informasinya, dia sedang rapat di luar kantor. Dikonfirmasi via telepon, dia tidak merespons.

”Maaf, saya masih rapat,” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp. (bai/bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#jaspel #sampang #pemotongan #dana #audit