Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pengurukan Sampah di Sampang Fokus di TPA Gunung Maddah

Berta SL Danafia • Kamis, 9 Mei 2024 | 17:44 WIB
PENGURUKAN SAMPAH TPA: Pegawai berada di depan kantor Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Permukiman Sampang, Selasa (30/4).
PENGURUKAN SAMPAH TPA: Pegawai berada di depan kantor Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Permukiman Sampang, Selasa (30/4).

SAMPANG, RadarMadura.id – Pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah milik Pemkab Sampang tidak diperlakukan sama.

Kegiatan pengurukan rutin sebagai control landfill itu hanya direalisasikan di satu lokasi. Yakni, TPA yang berlokasi di Desa Gunung Maddah, Kecamatan Kota.

Kabid Kebersihan dan Persampahan DLH Perkim Sampang Aulia Arif menyampaikan, pihaknya mengelola dua titik TPA.

Yakni, di Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang dan di Kecamatan Ketapang.

Pihaknya rutin melakukan pengurukan permukaan lahan TPA. Hanya, sejauh ini fokus di TPA wilayah selatan.

Sementara, TPA di Kecamatan Ketapang belum diprogramkan. Alasannya, anggaran yang dimiliki terbatas.

”Sebenarnya untuk TPA di Ketapang juga butuh pengurukan rutin. Tapi karena anggaran terbatas, tahun ini di sana tidak ada pengurukan,” tuturnya.

Menurut Arif, pengurukan lahan TPA untuk menutup dan meratakan permukaan tumpukan sampah.

Dengan begitu, tetap bisa menampung sampah yang masuk ke TPA. ”Pengurukan dilakukan setiap tiga bulan sekali dalam setahun,” ungkapnya.

Pemerhati Lingkungan Agus Hendro Purnomo menilai metode pengelolaan sampah dengan cara pengurukan kurang akurat.

Kegiatan ini tidak diterapkan oleh pegiat lingkungan yang aktif mengolah sampah. Menurutnya, sampah lebih bermanfaat jika diolah dengan baik dan benar.

Pengurukan TPA dianggap kurang efektif sebagai salah satu cara untuk memusnahkan sampah.

Karena itu, dia menyarankan agar pemerintah memanfaatkan pegiat lingkungan untuk mengolah sampah sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Dirinya yakin pemerintah mampu mengoordinasi kegiatan pengelolaan sampah.

”Tidak semua sampah harus dimusnahkan. Bisa diolah kembali menjadi barang bermanfaat,” terangnya.

”Saya rasa pemerintah hanya butuh menyiapkan sumber daya manusianya saja agar ini bisa direalisaikan,” sarannya. (jun/bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#sampang #sampah #tpa #pengurukan