Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Rekanan di Sampang Duga Prasasti Proyek Jalan Beton Hilang

Ina Herdiyana • Sabtu, 20 April 2024 | 00:15 WIB
RUSAK PARAH: Jalan Beton, Dusun Berlantong, Desa Pandiyangan, menuju Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, Sampang, ambles, Selasa (16/4). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
RUSAK PARAH: Jalan Beton, Dusun Berlantong, Desa Pandiyangan, menuju Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, Sampang, ambles, Selasa (16/4). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Pengerjaan jalan beton penghubung Dusun Berlantong, Desa Pandiyangan, dengan Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, yang ambles tidak transparan.

Indikasinya, proyek jalan beton yang digarap oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) Durdi Dua tersebut tidak dilengkapi prasasti kegiatan.

Ketua Pokmas Durdi Dua Muqoddam mengatakan, prasasti proyek jalan beton tersebut saat ini diakui sudah tidak ada.

Dia beralasan, proyek itu sudah dikerjakan sekitar empat tahun lalu. ”Mungkin sudah rusak atau ada yang mengambil,” katanya.

Menurut dia, saat pengerjaan proyek jalan ambles tersebut selesai, pihaknya sudah memasang prasasti.

Bahkan, dibuatkan laporan pertanggungjawaban (LPj). ”Memang saya cek sudah tidak ada. Entah ke mana prasastinya,” paparnya.

Muqoddam menuturkan, kerusakan jalan tersebut disebabkan faktor alam. Sebab, saat awal Ramadan kawasan tersebut diguyur hujan deras.

”Sebelumnya, jalan itu hanya ambles, tidak sampai longsor seperti sekarang. Sudah kami perbaiki sebelumnya, akhirnya ambles. Tapi, tetap tidak kuat dan longsor mengakibatkan jalan beton rusak parah,” paparnya.

Dia menjelaskan, pihaknya akan bertanggung jawab meski proyek tersebut dikerjakan sejak 2021. Pihaknya akan mengupayakan segera dilakukan perbaikan.

”Untuk kerusakan yang agak parah, proses perbaikan membutuhkan waktu beberapa hari,” ulasnya.

Muqoddam menerangkan, pihaknya sejak dua hari lalu mulai memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Namun, sejak saat itu juga kembali longsor. ”Meski murni karena bencana alam, saya tetap tanggung jawab,” tegasnya.

Ketua Komisi III DPRD Sampang M. Subhan mengatakan, pihaknya baru mengetahui kerusakan proyek jalan tersebut.

Untuk memastikan proyek itu merupakan program dari provinsi, pihaknya akan melaksanakan rapat dengan anggotanya. ”Untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya, kami mau rapat dulu,” terangnya. (bai/yan)

Editor : Ina Herdiyana
#sampang #Jalan Beton #proyek #rekanan #Kota Bahari