Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Perade Musik Daul Digelar Dua Kali, Panitia Berlakukan Peraturan Ketat

Ina Herdiyana • Jumat, 19 April 2024 | 02:02 WIB
SIAP TAMPIL: Kelompok musik tengah mempersiapkan dekorasi di Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Sampang, Rabu (17/4). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)
SIAP TAMPIL: Kelompok musik tengah mempersiapkan dekorasi di Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Sampang, Rabu (17/4). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Parade daul 2024 di Kabupaten Sampang diikuti puluhan peserta. Pergelaran kebudayaan itu menampilkan dua jenis musik daul. Yakni, kelompok musik daul dug-dug dan combo.

Musik daul dug-dug didikuti 22 peserta. Sedangkan  musik daul combo dikuti 23 peserta grup. Event itu dilangsungkan dua tahap. Yakni, parade daul combo dilaksanakan Rabu (17/4), sedangkan parade daul grup dilaksanakan Kamis (18/4) malam.

Ketua Panitia Parade Daul Sampang 2024 Fiki Ariyanto menyampaikan, perhelatan parade ini sudah dikoordinasikan dan mendapat izin dari pemerintah. Dalam pelaksanaannya juga banyak melibatkan perangkat daerah.

Event itu digelar untuk mewadahi kreativitas para seniman di Kota Bahari. Terutama, seniman yang bergerak di bidang musik tradisional. Sekaligus dalam rangka melestarikan budaya di Kabupaten Sampang.

Pihaknya juga telah mengatur tata tertib kegiatan yang harus diikuti puluhan peserta tersebut. Di antaranya, peserta harus turut serta menjaga kondusivitas dan tidak mengganggu ketertiban umum. Para peserta dilarang menyalakan petasan saat parade berlangsung.

”Kamudian, dilarang membawa senjata tajam, narkoba, termasuk tidak menyalakan petasan, dan lainnya. Kalau kedapatan, peserta kami keluarkan langsung,” jelasnya.

Fiki melanjutkan, peserta juga dilarang membawakan lagu bernuansa politik dan rasis. Penari yang ditampilkan juga tidak boleh mengandung unsur pornografi. Sebab, event yang dilaksanakan murni untuk pelestarian kebudayaan.

”Peserta yang akan tampil start dari Alun-Alun Trunojoyo, Jalan KH Wahid Hasyim, dengan finis di Monummen Trunojoyo,” sambungnya.

Kasatlantas Polres Sampang AKP Rukimin mengaku sudah melakukan rekayasa lalu lintas selama pelaksanaan parade. Pihaknya meminta pengendara menggunakan jalur alternatif selama pergelaran daul berlangsung. Yakni, di Jalan Halim Perdanakusuma atau jalan lingkar selatan.

Satlantas Polres Sampang juga telah menyiapkan rambu-rambu sebagai penanda kepada para pengendara. ”Selama parade berlangsung, pengendara kami arahkan untuk melewati jalan lingkar selatan,” terangnya. (jun/jup)

 

Editor : Ina Herdiyana
#daul combodug #parade musik tong-tong #sampang #Pergelaran Budaya #Kota Bahari