SAMPANG, RadarMadura.id – Keluarga pasien meragukan keamanan Rumah Sakit (RS) Nindhita Sampang.
Beberapa hari lalu barang berharga milik pengunjung berupa iPhone 14 Pro Max seharga kisaran Rp 17.999.000 raib digondol maling.
Kehilangan handphone seharga belasan juta itu dirasakan oleh Siti Romlah saat mendampingi suaminya yang menjalani perawatan di RS Nindhita, Kamis (21/3).
Pada Jumat (22/3) sekitar pukul 03.00, handphone tersebut masih dipegang oleh istri Moh. Saniman itu. Kemudian, pukul 03.40 petugas datang memeriksa tensi darah Saniman.
Setelah itu, Saniman dan istrinya tertidur. Beberapa menit kemudian, Siti bangun karena mendengar suara anak nangis di luar kamar. Saat itu pintu kamar terbuka. Padahal, sebelumnya pintu sudah ditutup.
”Saat istri saya bangun dan pintu kamar terbuka, handphone Iphone 14 Pro Max milik istri saya sudah hilang,” tutur Saniman.
Siti kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan rumah sakit. Selain itu, memantau CCTV di sekitar kamar tempat Saniman dirawat. Saat dicek, ternyata di sekitar kamar tidak ada CCTV sama sekali.
”Sampai sekarang belum ada kabar atau informasi dari pihak rumah sakit,” ujar warga Desa Taddan, Kecamatan Canplong, tersebut.
Saniman meragukan keamanan rumah sakit tempatnya dirawat. Sebab, diera saat ini di lorong menuju tempatnya dirawat inap tidak ada CCTV.
”Seandainya ada CCTV kan bisa diketahui orang masuk. Bisa jadi orang lain atau karyawan rumah sakit, kan bisa diketahui jika ada CCTV-nya,” ujarnya.
Dia menambahkan, handphone sudah ditaruh di dekat tempat tidurnya. Namun, masih ada orang yang panjang tangan. Pihaknya menuding pihak rumah sakit terlalu lalai.
”Di zaman seperti sekarang, CCTV harganya murah. Lebih-lebih di rumah sakit tidak dipasangi, berarti kan dalam segi keamanan sangat lalai,” katanya.
Upaya Jawa Pos Radar Madura (JPRM) untuk mengonfirmasi pihak rumah sakit tidak membuahkan hasil.
Informasi dari petugas sekuriti, dr Turah selaku direktur RS Nindhita di Jalan Syamsul Arifin, Sampang, itu tidak ada. Dihubungi melalui sambungan telepon hingga pukul 14.27 tidak merespons. (bai/luq)
Editor : Ina Herdiyana