SAMPANG, RadarMadura.id – Pencarian Muhammad Lukman, 4, warga Dusun Demam, Desa Dharma Tanjung, Kecamatan Camplong, Sampang, memasuki hari ketiga.
Pencarian akhirnya membuahkan hasil, korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Candra Romadhani Amin menbenarkan, pencarian Lukman bocah yang hilang terbawa arus air sungai akhirnya ditemukan.
Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
”Korban ditemukan sekitar pukul 09.15 dalam keadaan meninggal dunia dengan radius kurang lebih 1,5 kilometer dari tempat kejarian perkara (TKP) korban dinyatakan hilang,” ujarnya.
Menurutnya, institusinya mendapatkan laporan bocah hilang diduga akibat terpeleset dan jatuh ke selokan pada pukul 14.00, Rabu (6/3).
Tim gabungan bergerak melakukan pencarian. Di antaranya BPBD Sampang, Tim Tagana Sampang, Basarnas Sumenep, dan warga.
”Alhamdulillah, hari ini (kemarin) korban sudah ditemukan tapi dalam keadaan meninggal,” ujarnya.
Koordinator Unit Siaga SAR Basarnas Sumenep Nanang Pujo Prasetiyo menceritakan, sebelum terseret, korban bermain air hujan di dekat sungai yang meluap hingga jalan raya.
Karena licin, korban terpeleset sehingga akhirnya jatuh ke sungai. ”Korban terbawa derasnya arus air sungai yang lebarnya kisaran dua meter hingga tidak terselamatkan,” ujarnya.
Pujo menerangkan, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jasad korban tersangkut tumpukan ranting pohon di sungai.
Korban ditemukan dalam kondisi mengambang memakai celana pendek warna biru.
”Sesuai permintaan keluarga, usai dievakuasi korban langsung diserahkan dan diantarkan ke rumah duka,” terangnya.
Lukman dinyatakan hilang sejak Rabu (6/3) setelah bermain air sungai yang meluap ke jalan raya bersama saudara Sinol, 6, di Dusun Demam, Desa Dharma Tanjung.
Korban tidak tahu jika kondisi permukaan air tinggi sehingga terpeleset. Korban sempat ditolong Sinol, tapi tidak terselamatkan lantaran arus air sungai deras. (bai/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta