Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Perjalanan Edi Purnawan Bersama Persesa Sampang, 27 Tahun Jatuh Bangun demi Kota Kelahiran

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 29 Desember 2023 | 16:39 WIB
TELATEN: Sekretaris Persesa Sampang Edi Purnawan memberikan arahan kepada pemain di Lapangan Sepak Bola Kampong Belanda, Krampon, Torjun, Rabu (8/11). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
TELATEN: Sekretaris Persesa Sampang Edi Purnawan memberikan arahan kepada pemain di Lapangan Sepak Bola Kampong Belanda, Krampon, Torjun, Rabu (8/11). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Nama Edi Purnawan tidak asing di telinga pencinta sepak bola Sampang. Sebab, pria yang akrab disapa Pak Edi itu sudah 27 tahun menukangi tim sepak bola kebanggaan masyarakat Kota Bahari itu.

Kariernya di Persesa dimulai sejak 1996. Dia dipanggil dan masuk dalam skuad Laskar Trunojoyo mewakili klub sepak bola internalnya. Pola rekrutmen pemain saat itu tidak jauh berbeda dengan sekarang.

”Sebelum masuk ke tim Persesa, saya sudah pernah bergabung dengan beberapa klub sepak bola. Seperti Orepas, P. Permata, dan PGRI,” kenangnya.

Persaingan untuk bisa masuk skuad inti Persesa tidak mudah. Pemain harus bersaing dengan ketat untuk memikat hati manajemen dan pelatih. Karena pemain yang tidak sesuai kebutuhan tim akan dikeluarkan.

Ya namanya pelatih kan pasti menginginkan yang terbaik. Karena itu, kami terus berlatih agar kemampuan bermain sepak bola semakin meningkat. Dengan cara itu posisi kita bisa aman,” ungkapnya.

Sejarah Persesa di kancah sepak bola cukup baik. Tim asal Sampang itu tercatat pernah runner-up Grup G Divisi III Nasional 2008, juara Grup E Divisi II Nasional 2012, dan runner-up Grup H Divisi II Nasional 2013.

Persesa sempat lolos Divisi I Liga Amatir Nasional BLAI 2013. Itu setelah Laskar Trunojoyo berhasil menjadi juara Grup P Divisi II. Persesa juga pernah menyabet juara 3 Piala Soeratin Zona Jawa Timur 2016.

Bagi pak Edi, membela tim sepak bola daerah adalah sebuah kebanggaan yang tidak bisa diekspresikan. Apalagi, menjadi pemain sepak bola adalah impiannya sejak kecil. Beruntung, keinginannya itu bisa terkabul.

Selama 27 membersamai Persesa, Edi merasakan pahit dan manis sepak bola. Namun, dirinya sudah cukup bahagia bisa menjadi bagian dari klub sepak bola Bumi Trunojoyo. Baginya, kesempatan itu adalah pengalaman baik.

”Kisah pahitnya adalah ketika saya mendampingi Persesa melawan tim Pasuruan. Kejadiannya pada 2018, saat itu tim tuan rumah membuat keonaran hingga memukul pemain Persesa,” imbuhnya.

Dirinya dan manajemen Persesa sudah berusaha untuk melerai keributan yang terjadi. Namun, dirinya justru menjadi korban dari kericuhan yang terjadi. ”Kami sampai berdarah-darah saat kejadian itu,” ingatnya.

Saat ini Edi menjadi sekretaris Persesa. Dia mendampingi Ketua Persesa Abdullah Hidayat yang juga wakil bupati Sampang. Loyalitasnya dalam membela tim sepak bola tersebut tak diragukan.

Dirinya ingin mengakhiri karier sepak bolanya hanya bersama Persesa. Dia pernah merasa kecewa karena tim yang ditukangi beberapa kali gagal mendapat gelar juara dalam setiap kejuaraan yang diikuti.

”Saya bersyukur bisa menjadi bagian sejarah dari perjalanan Persesa. Bagi saya, tim ini sudah mendarah daging. Tidak peduli bagaimana keadaannya, saya akan setia berada di Persesa hingga akhir nanti,” tuturnya.

Edi percaya Persesa bisa berbenah. Karena Sampang tidak kekurangan sumber daya manusia (SDM) pemain sepak bola bertalenta baik. Namun yang harus diintensifkan pembinaan dan waktu untuk mengasah skill pemain.

”Kita bercita-cita untuk menjadi tim sepak bola yang besar. Masa kejayaan Persesa pasti akan terulang kembali kelak kalau sudah waktunya. Tugas kami menyiapkan semua itu dengan sebaik mungkin,” tandasnya. (afg/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#sampang #sepak bola #Edi Purnawan #persesa #laskar trunojoyo