SAMPANG, RadarMadura.id – Musim kemarau memang belum berakhir hingga Rabu (27/9). Namun, bantuan dropping air bersih bagi masyarakat Kota Bahari akan dihentikan akhir bulan ini.
Sebab, bantuan dari Pemprov Jawa Timur itu hanya cukup untuk dua bulan. Total anggaran yang diterima pemerintah daerah untuk bantuan air bersih di musim kemarau itu sebesar Rp 156 juta.
”Masih proses (penghentian distribusi air, Red). Yang jelas bulan ini sudah selesai,” terang Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Mohammad Imam.
Terdapat 62 desa di Bumi Trunojoyo yang masuk wilayah kering ekstrem tahun ini. Di wilayah Madura, musim kemarau dimulai sejak April. Kondisi itu diprediksi terjadi sampai enam bulan.
”Bantuan dari Pemprov Jawa Timur hanya pada Agustus dan September,” urai Umam.
Sementara, Pemkab Sampang mulai mendistribusikan air bersih tersebut pada pertengahan Agustus 2023. Pendistribusian air bersih dibagi menjadi dua tahap.
Pada periode Agustus, satu desa dijatah dua tangki air bersih. Tiga tangki lainnya dilanjutkan pada September. Satu desa mendapat jatah lima tangki. (afg/pen)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Fatmasari Margaretta