Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jalan Beton di Sampang Retak sebelum PHO

Berta SL Danafia • Selasa, 26 September 2023 | 16:00 WIB
RETAK: Pengendara lalu-lalang melewati jalan beton Panggung–Pangilen, Sampang, yang mengalami retak hasil pekerjaan CV Putra Alam Perkasa Senin (25/9). (ANIS BILLAH/JPRM)
RETAK: Pengendara lalu-lalang melewati jalan beton Panggung–Pangilen, Sampang, yang mengalami retak hasil pekerjaan CV Putra Alam Perkasa Senin (25/9). (ANIS BILLAH/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Hasil pekerjaan pemeliharaan berkala atau peningkatan struktur Jalan Panggung–Pangilen, Sampang, tidak berkualitas. Sejumlah titik sudah mengalami keretakan. Padahal, kegiatan yang menelan anggaran Rp 5 miliar ini baru selesai sebulan yang lalu.

Kegiatan konstruksi itu dikerjakan CV Putra Alam Perkasa beralamat Jalan Raya Jrangoan, Kecamatan Omben. Sumber anggaran dari dana alokasi umum (DAU) dengan nilai kontrak Rp 4.935.049.832. Saat ini masih dalam tahap pemeliharaan setelah serah terima sementara atau provisional hand over (PHO).

Pelaksana Lapangan Ali Mustofa mengakui jika terdapat beberapa keretakan pada jalan Panggung–Pangilen. Menurutnya, keretakan pada jalan beton biasa terjadi sepanjang tidak terjadi penurunan. Karena itu, pihaknya membiarkan.

Tofa blak-blakan terkait kerusakan jalan yang menelan uang negara miliaran rupiah tersebut. Dia membeberkan, keretakan sudah terjadi pada saat pekerjaan belum selesai. Jalan retak tidak lama setelah dikerjakan.

Dia mengaku, keretakan beton pada saat sedang dikerjakan sudah diperbaiki. Itu dilakukan atas dasar petunjuk dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang. Jalan yang retak langsung dipotong dan diganti dengan beton baru. ”Kami sudah lakukan beberapa perbaikan sesuai dengan petunjuk dinas sebelum PHO,” klaimnya.

Waktu itu, Tofa curiga pekerja bermain-main dalam mengerjakan proyek tersebut. Misalnya, sambungan besi tidak bagus sehingga menyebabkan beton cepat retak. ”Tapi setelah dilakukan perbaikan, besinya sesuai ukuran dan penyambungan sesuai regulasi yang ada,” katanya.

Keretakan jalan beton ruas Panggung–Pangilen diduga terjadi karena pekerjaan terburu-buru. Hal itu diakui oleh Tofa. Pihaknya mengerjakan jalan beton tersebut karena dikejar waktu. Karena itu, pihaknya melakukan pengecoran pada siang hari.

Tofa mengungkapkan, terdapat sekitar tujuh proyek jalan beton yang dikerjakan bersamaan dengan ruas Panggung–Pangilen. Pihaknya melakukan cor siang karena khawatir tidak mendapat suplai material. Sebab, penyedia readymix di Kota Bahari hanya ada satu.

”Kami mengejar waktu untuk mendapat suplai material. Jadi dikerjakan siang. Ternyata kalau dikerjakan siang malah mudah retak,” ungkap Tofa.

Tofa memaparkan, jika dilakukan pengecoran siang hari harus menyiapkan air yang cukup. Saat melakukan pengecoran di ruas jalan Panggung–Pangilen terik matahari diperkirakan 38–39 derajat Celsius. Ketika itu, pihaknya tidak punya banyak stok air. ”Selanjutnya, nanti kita akan kerjakan malam hari saja,” paparnya.

Tofa mengutarakan, hasil pekerjaan beton sudah serah terima ke Dinas PUPR Sampang. Karena itu, saat ini masih dalam tahap pemeliharaan. Semua bentuk kerusakan yang terjadi di jalan tersebut masih menjadi tanggung jawab rekanan pelaksana.

”Selama tidak ada penurunan, tidak masalah. Tapi jika terjadi penurunan, mungkin nanti kita cek kadar kualitas betonnya,” tuturnya.

Kabid Bina Marga DPUPR Sampang Zahron Wiami menyampaikan, pemeliharaan berkala atau peningkatan struktur Jalan Panggung–Pangilen sudah selesai. Sekarang sudah masuk pada tahap pemeliharaan selama enam bulan. Pelaksana harus memperbaiki jika terjadi kerusakan.

”Waktu serah terima, kami bersama PPK, tim teknis mengecek ke lapangan, tidak ada masalah,” katanya.

Zahron mengaku sudah mengetahui bahwa CV Putra Alam Perkasa mengerjakan beton pada siang hari. Hal itu tidak masalah selama ketersediaan air terpenuhi. Sebab, jangan sampai kekurangan air saat pekerjaan cor di siang hari.

”Perawatannya lebih susah karena setelah pengecoran harus disiram. Teriknya matahari bisa berdampak pada kualitas beton,” paparnya.

Keretakan yang terjadi pada masa pemeliharaan menjadi tanggung jawab pelaksana. Pihaknya sudah menyurati pelaksana untuk memperbaiki sejumlah titik yang retak. ”Jadi masih bisa diperbaiki oleh rekanan,” jelasnya. (bil/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#sampang #jalan #Panggung #retak #beton #radar madura