Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jalan Beton Ambles Dibongkar, Eks Kades Tambelangan, Sampang, Cawe-Cawe Kegiatan Miliaran

Berta SL Danafia • Rabu, 13 September 2023 | 17:17 WIB
DIBONGKAR: Pengendara melintas di samping jalan rusak akses Jalan Kotah–Tambelangan yang dibongkar Selasa (12/9). (ANIS BILLAH/JPRM)
DIBONGKAR: Pengendara melintas di samping jalan rusak akses Jalan Kotah–Tambelangan yang dibongkar Selasa (12/9). (ANIS BILLAH/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Jalan beton yang ambles di Desa Kotah dibongkar Selasa (12/9). Jalan penghubung Desa Kotah ke Tambelangan itu dikerjakan oleh CV Prabu Alam dengan pagu anggaran Rp 2 miliar.

Mantan Kades Tambelangan, Mahmud, mengaku sebagai pelaksana kegiatan yang sudah dua kali mengalami kerusakan itu. Pertama, pada saat masa pemeliharaan terjadi keretakan dan sudah diperbaiki. Kedua, kerusakan semakin parah dan direncanakan akan segera diperbaiki. ”Iya, saya pelaksananya,” akunya.

Dia mengutarakan, secara administrasi kerusakan yang terjadi pada konstruksi jalan beton bukan tanggung jawabnya. Sebab, serah terima dengan Dinas PUPR Sampang sudah dilakukan. Dia mengaku memperbaiki jalan ambles tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.

”Secara administrasi sudah lepas dari tanggung jawab karena sudah selesai dari masa pemeliharaan. Tapi, sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat, jadi saya perbaiki,” tuturnya.

Disinggung terkait kepemilikan CV, Mahmud mengaku dirinya yang bertanggung jawab. CV Prabu Alam disebut milik keponakannya, yakni Febri Yosar Yonaika. ”Saya yang bertanggung jawab semuanya,” klaimnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur CV Prabu Alam Febri Yosar Yonaika mengaku memang masih ada hubungan kerabat dengan Mahmud. Eks Kades Tambelangan itu statusnya hanya sebagai pendamping dirinya dalam mengerjakan proyek dari Dinas PUPR Sampang.

Dia memastikan jika proyek jalan beton tersebut dikerjakan CV Prabu Alam. Namun, Febri tidak bisa menjelaskan detail kegiatan yang dikerjakan tersebut. Dia mengaku lupa saat ditanya volume pekerjaan dan nama pelaksananya.

Dalam melaksanakan proyek itu, Febri mengaku bekerja sama dengan menantu Mahmud, Sipul. Dia berperan sebagai tim teknis di lapangan. ”Kalau nama Pak Mahmud tidak ada dalam kontrak pekerjaan, hanya sebagai pendamping saja,” bebernya.

Febri membenarkan jika dirinya memperbaiki kerusakan jalan beton meski sudah lepas dari masa pemeliharaan. Perbaikan yang dilakukan sebagai sumbangan dari penyedia. Sebab, jika pekerjaan sudah selesai masa pemeliharaan, seharusnya kerusakan bukan tanggung jawab penyedia.

Menurutnya, kerusakan jalan beton tersebut terjadi karena faktor alam. Febri menilai hal itu di luar prediksi. Ruas Jalan Jrengik–Tambelangan tergolong tanah yang labil sehingga berpotensi berdampak pada kerusakan jalan.

”Kalau konstruksi sudah sesuai dengan gambar dan RAB,” klaimnya.

Kabid Bina Marga DPUPR Sampang Zahron Wiami belum bisa dimintai keterangan. Di ruangannya tidak ada. Saat dihubungi, Zahron mengaku sedang dinas di luar. (bil/pen)

Editor : Berta SL Danafia
#ambles #sampang #jalan #radar madura