Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Wardatus Saadah Menjadi Guru Ngaji dan Kepala Sekolah bagi ABK

Abdul Basri • Minggu, 27 Agustus 2023 | 03:36 WIB

 

SABAR DAN TELATEN: Wardatus Sa’adah menjadi tumpuan anak-anak Dusun Tongoh Barat, Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, Sampang, untuk belajar mengaji. (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
SABAR DAN TELATEN: Wardatus Sa’adah menjadi tumpuan anak-anak Dusun Tongoh Barat, Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, Sampang, untuk belajar mengaji. (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

 

SAMPANG, RadarMadura.id – Hampir 23 tahun Wardatus Sa’adah membersamai anak berkebutuhan khusus (ABK). Dia mendampingi siswa-siswa luar biasa yang memiliki keterbatasan fisik dan mental itu. Warda membersamai mereka, baik di sekolah maupun di rumah.

Keinginan untuk mengabdi di jalan luhur itu muncul saat Warda duduk di bangku MAN. Dia melihat anak sekolah dasar (SD) berkebutuhan khusus berada di dekatnya. ”Saya penasaran bagaimana rasanya menjadi guru bagi mereka,” tuturnya.

Perempuan asal Dusun Tongoh Barat, Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, Sampang, itu bertekad untuk masuk ke dunia ABK. Setelah menamatkan sekolah, dia melanjutkan studi di pendidikan luar biasa (PLB) Universitas Negeri Surabaya.

Tetap Bersyukur meski Sempat Tak Dapat Honor

Keputusan itu sempat mendapat tantangan dari keluarga. Namun, dengan tekad yang kuat, Warda kukuh dengan pendiriannya. Pendidikan tinggi itu dia jalani hingga berhasil meraih gelar sarjana.

”Saya fokus pembelajaran bagi tunarungu. Ternyata, ini tidak semudah yang saya pikirkan,” ucapnya.

Usai lulus kuliah pada 2000, perempuan 46 tahun itu tak langsung mengajar. Dia sempat menganggur selama enam bulan. Kemudian, masuk ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Sampang. Saat itu, status Warda belum menjadi guru kontrak.

”Kalau berbicara gaji, saat itu istilahnya kering atau tidak dapat honor. Namun, saya tetap bersyukur masih bisa diberi kesempatan untuk belajar bersama mereka. Sebab, tidak semua orang memilih untuk mengabdi di SLB,” imbuhnya.

Selang delapan tahun, Warda diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Karirnya berlanjut hingga dia dipercaya untuk menjadi kepala SLB Negeri Sampang pada 2022. Dia juga dipercaya sebagai Plt Kepala SLB Negeri Banyuates.

Selain mengajar di sekolah, alumnus MAN Sampang itu juga menjadi guru ngaji bagi anak-anak di desanya. Tak terkecuali bagi para santri yang berkebutuhan khusus. Langgar tempat ia mengabdi merupakan rintisan dari kakaknya. (afg/luq)

Editor : Abdul Basri
#Wardatus Saadah #abk #guru ngaji #slb