SAMPANG, RadarMadura.id – Rencana pemerintah merelokasi pedagang Pasar Srimangunan yang menempati blok C1 ke Pasar Margalela terus dilanjutkan. Sosialisasi dan pendataan ulang juga dilakukan. Hasilnya, jumlah pedagang yang akan direlokasi menggelembung.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Chairijah mengatakan, rencana relokasi dan penataan pedagang terus dilakukan. Pihaknya memastikan Pasar Margalela sudah siap dioperasikan untuk pedagang.
Pemerintah juga telah melakukan pendataan ulang terhadap pedagang yang akan direlokasi. Khusus untuk penjual dagangan basah seperti sayuran, ikan, daging, dan lainnya. Data yang terhimpun memang lebih banyak dari sebelumnya.
Pihaknya mencatat, pedagang di blok C1 Pasar Srimangunan pada 2023 ada 358 pedagang. Tetapi, hasil pendataan yang terkumpul justru sebanyak 674 pedagang. Pendataan itu dilakukan pada pedagang yang berjualan di dalam blok hingga pelataran pasar.
Pihaknya mengeklaim, banyaknya jumlah pedagang tidak akan menggugurkan rencana relokasi. Dia menyebutkan, Pasar Margalela mampu menampung hingga 700 pedagang. Semuanya akan diatur agar bisa tertampung berjualan di pasar.
”Nanti Pasar Srimangunan itu harus steril dari pedagang basah seperti sayur, ikan, daging, dan lainnya. Semuanya harus berjualan di Pasar Margalela,” jelasnya.
Pemerintah sudah mengatur pengambilan undian untuk tempat berjualan. Nomor undi yang disiapkan disesuaikan dengan jumlah pedagang yang tersisa.
”Pada dasarnya yang dilakukan pemerintah ini untuk menata agar lebih bagus. Tentu semuanya akan diatur secara maksimal,” jelasnya. (jun/pen)
Editor : Berta SL Danafia