SAMPANG, RadarMadura.id – Pembangunan revitalisasi los Pasar Torjun mulai digarap. Pekerjaan proyek senilai Rp 2,8 miliar itu baru tahap penggalian fondasi oleh PT Anagata Mulya selaku pemenang tender.
Perusahaan jasa konstruksi asal Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, menang tender dengan nilai kontrak Rp 2.754.049.996. Sumber anggaran pembangunan itu dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
R Hikmah Hidayatullah selaku perwakilan dari PT Anagata Mulya mengatakan, pekerjaan pembangunan kios memang baru dimulai. Dia mengakui, semestinya pekerjaan itu dimulai akhir bulan lalu.
Namun karena ada penertiban aset di titik pembangunan, akhirnya pembangunan tidak langsung dimulai. Mengingat, sebelumnya ada bangunan kios yang harus dibongkar oleh pemerintah.
Pekerjaan akan dikebut untuk menutupi waktu yang terbuang. Kemudian, penggalian fondasi menggunakan alat berat agar prosesnya lebih cepat.
Menurut dia, masa kerja yang tersedia hanya empat bulan. Yakni, dari Juli sampai akhir November.
”Kami akan melaksanakan pembangunan ini sebaik mungkin. Kami upayakan bisa selesai dengan bagus dan tidak melampaui batas waktu yang ditentukan,” jelasnya.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Chairijah mengaku belum mengetahui secara detail pekerjaan itu di lapangan. Dia berharap pelaksana bisa mengerjakan secara profesional.
Berkaitan dengan pengawasan, Chairijah mengaku sudah mendapat pendampingan dari aparat penegak hukum. Dengan demikian, pekerjaannya dipastikan sesuai aturan yang berlaku.
Untuk diketahui, anggaran pembangunan revitalisasi Pasar Torjun bersumber dari APBN 2023. Tepatnya, dana penugasan dari Kementerian Perdagangan. Namun, dalam pelaksanaanya tetap melibatkan Pemerintah Kabupaten Sampang. (jun/pen)
Editor : Berta SL Danafia