SAMPANG, RadarMadura.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang ingin mengusulkan penurunan target pendapatan dari sewa mesin gilas. Pasalnya, target Rp 275 juta tahun ini dinilai teramat tinggi. Sementara, pengguna jasa sewa mesin itu sangat minim.
Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Sampang Hasan Mustofa menyampaikan, instansinya memang menjadi salah satu penghasil pendapatan asli daerah. Salah satu sumber pendapatan itu adalah mesin gilas.
Namun, dia pesimistis bisa memenuhi target pendapatan yang dipatok tahun ini. Sebab, sekarang minim penyewa dan banyak jalan dibangun dengan sistem betonisasi. Terbukti, selama satu semester sampai bulan Juni, pendapatan yang diperoleh baru Rp 49 juta.
Dinas PUPR akan berkoordinasi dengan perangkat daerah yang menangani pendapatan. Dengan maksud, meminta agar diusulkan penurunan target PAD dan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
”Target kami ini terlalu tinggi dan sepertinya sulit bisa tercapai maksimal. Sudah setengah tahun pencapaian kami masih jauh dari target,” jelasnya.
Menurut Hasan, mesin gilas yang dimiliki lebih sering terparkir. Akibatnya, pendapatan yang diperoleh sangat minim.
Meski begitu, sisa waktu yang ada akan digunakan untuk meningkatkan pendapatan. Yakni, menggencarkan penawaran kepada pihak yang membutuhkan mesin gilas.
Sebenarnya, terdapat 14 unit mesin yang dimiliki. Jika dilihat dari jumlah tersebut, sangat memungkinkan target dicapai. Namun, kondisi di lapangan tidak menguntungkan. Banyak pengerjaan jalan menggunakan sistem betonisasi sehingga tidak butuh alat berat gilas itu. ”Kalau bisa, turun 60 persen dari target sekarang,” jelasnya. (jun/pen)
Editor : Berta SL Danafia