Anggota Komisi II DPRD Sampang Agus Husnul Yakin mengatakan, banyaknya tempat wisata baru sangat positif. Pemerintah perlu mengelola itu dengan baik. Sehingga, ada dampak yang signifikan terhadap daerah.
”Dengan adanya wisata baru ini, tentu akan berdampak terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Makanya harus dikelola dengan baik,” jelas dia kemarin (10/5).
Tidak hanya itu, dia juga menyarankan agar sistem pengelolaan wisata di Sampang menggunakan sistem digitalisasi. Dengan demikian, pengawasan lebih mudah dan menghindari terjadinya kebocoran retribusi pariwisata.
”Kami menyarankan agar pengelola destinasi wisata itu sudah mulai melirik sistem digital. Sehingga, lebih memudahkan,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang Marnilem mengutarakan, sistem pengelolaan retribusi wisata tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya. Namun, ke depan Pemkab Sampang akan memberlakukan pajak dari setiap tiket wisata yang terjual.
”Tiket masuk pengunjung di setiap wisata itu akan dikenakan pajak sebesar 10 persen,” urainya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga berencana akan membuat asuransi di sejumlah tempat wisata yang rawan atau memiliki risiko kecelakaan. ”Ada retribusi khusus untuk asuransi sebagai jaminan keselamatan pengunjung,” tandasnya. (za/han) Editor : Abdul Basri