Aidi Samrolis, warga Desa Tamberu Laok mengatakan, warga melakukan perbaikan secara swadaya karena jalan yang rusak tersebut tidak bisa dilalui mobil. ”Warga patungan dan menggalang dana dari pengendara yang melintas di jalan tersebut. Setelah dana terkumpul, jalan yang rusak lalu ditimbun,” katanya kemarin (8/1).
Menurut dia, perbaikan yang dilakukan warga setempat bersifat sementara. Jalan rusak akan terus ditimbun menggunakan sirtu agar tidak membahayakan pengguna jalan. ”Saat ini, sebagian jalan yang rusak sudah ditimbun dan bisa dilewati kendaraan roda empat. Yang penting bisa dilalui kendaraan roda empat dulu,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sampang Mohammad Zis mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kapan jalan yang longsor itu diperbaiki. Namun, proposal perbaikan sudah disampaikan kepada bupati Sampang. ”Kita tidak akan diam saja. Pemerintah akan hadir dan memperbaiki jalan itu,” janjinya.
Zis mengatakan, perbaikan infrastruktur tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Sebab, untuk memperbaiki jalan poros kabupaten membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. ”Apalagi ini sifatnya darurat, pasti akan lebih diprioritaskan. Tapi, kami berharap masyarakat memahami dan bisa bersabar,” tandasnya. (za/yan) Editor : Abdul Basri