SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Pelecehan seksual terhadap anak masih kerap terjadi di Kota Bahari. Hal itu mengancam masa depan anak sebagai generasi penerus bangsa. Sebab, pasti menyisakan trauma.
Pencegahan mulai dilakukan oleh berbagai kalangan sejak dini. Salah satunya, melalui sosialisasi edukasi seksual kepada anak-anak. Tujuannya, agar anak-anak memiliki pengetahuan dasar untuk menghindari gelagat dari para calon pelaku pelecehan.
Hal itu dilakukan sekelompok mahasiswa jurusan Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kepada siswa sekolah dasar (SD) di Sampang. Sosialisasi dilakukan di SDN Gunung Sekar 1 Sampang untuk tambahan pengetahuan di luar mata pelajaran sekolah.
Mahasiswa Psikologi Untag Surabaya Alrizda Ilmi Rosandi menuturkan, penyampaian materi pendidikan seksual kepada siswa SD dilakukan bukan semata-mata keperluan tugas kuliah. Tapi, sebagai bentuk kepedulian agar anak-anak mendapat pemahaman terkait pendidikan seksual.
Dia mengatakan, siswa harus mampu menolak dan mencegah dirinya menjadi korban. Adapun materinya seperti mengajarkan anak-anak lebih peduli terhadap tubuhnya sendiri. Menghindari dan mencegah anak menjadi korban pelecehan seksual.
Semisal, bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh orang lain. Kecuali orang-orang terdekat seperti kedua orang tua. Termasuk, cara menolak ajakan orang tidak dikenal di luar pantauan kedua orang tua.
”Bahkan, sekalipun untuk periksa ke dokter harus didampingi oleh orang tua langsung. Khawatir pelaku memanfaatkan keadaan,” jelas mahasiswi yang dipercaya sebagai ketua kelompok dalam menyelesaikan mata kuliah psikologi bencana itu.
Selain itu, meminta anak untuk jujur kepada orang tua apabila ada orang lain mengajaknya pergi. Semua peristiwa yang menimpa anak itu harus disampaikan semuanya kepada orang tua.
”Kami sampaikan materi melalui berbagai metode. Seperti melalui gambar, menampilkan film pendek, hingga lagu-lagu agar mudah dimengerti,” jelasnya.
Sementara, Kepala SDN Gunung Sekar 1 Sampang Achmad Yasmin menyampaikan, pihaknya memang terbuka bagi siapa pun yang hendak berkontribusi. Khususnya dalam rangka memberikan tambahan pengetahuan kepada para peserta didik.
”Pendidikan seksual itu juga penting dikenali siswa dalam konteks mencegah kemungkinan menjadi korban pelecehan. Demi melindungi dirinya sendiri,” jelasnya.
Editor : Abdul Basri