Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mandi di Embung, Warga Robatal Ditemukan Tewas

Abdul Basri • Sabtu, 31 Juli 2021 | 01:21 WIB
mandi-di-embung-warga-robatal-ditemukan-tewas
mandi-di-embung-warga-robatal-ditemukan-tewas

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Keluarga besar Samhadi, warga Desa Jelgung, Kecamatan Robatal, berduka. Sebab, saMhadi ditemukan meninggal di salah satu embung yang berada di Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal, kemarin (29/7) sekitar pukul 07.30. Proses pencarian dan evakuasi laki-laki berusia 28 tahun itu menyedot perhatian penduduk setempat.


Jahrawi, salah seorang warga menceritakan, sekitar pukul 07.00 melihat korban berboncengan dengan sepupunya, Hamidah, 35. Keduanya terlihat menuju embung yang berada di Desa Pandiyangan. Tidak lama kemudian, dia menerima informasi jika Samhadi tenggelam. ”Informasinya, Samhadi mandi di embung sambil mencuci sepeda motornya,” katanya.


Menurut dia, sebenarnya di lokasi juga banyak warga yang mandi. Sebab, embung tersebut memang biasa dijadikan tempat pemandian oleh penduduk sekitar. ”Berdasar informasi yang saya terima, saat mandi di embung, Samhadi tiba-tiba menyelam dan tidak muncul ke permukaan lagi,” ucap pria berusia 25 tahun itu.


Ditambahkan, korban sebelumnya memiliki riwayat penyakit  ayan. Kemungkinan besar, saat mandi di embung, penyakit ayannya kambuh, hingga korban akhirnya tenggelam. ”Dia memang punya penyakit ayan,” pungkas Jahrawi.


Sementara itu, Kapolsek Robatal AKP Firman Widyaputra Lukman mengatakan, jajarannya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). ”Kemudian, kami berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang untuk mencari korban,” katanya.


Menurut Firman, proses pencarian korban membutuhkan waktu cukup lama. Sebab, embung di Desa Pandiyangan cukup luas. Pemicu lainnya, air embung keruh. ”Hal itulah yang menyulitkan petugas melakukan pencarian terhadap korban,” imbuhnya.


Dijelaskan, untuk memperlancar proses pencarian terhadap korban, institusinya juga berkoordinasi dan meminta bantuan tim Basarnas Sumenep. Setelah bekerja lebih dari enam jam, tim gabungan dibantu warga akhirnya berhasil menemukan Samhadi. ”Korban ditemukan sekitar pukul 13.45,” ucapnya.


Firman menambahkan, korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Sebab, sudah terlalu lama tenggelam di air. Sehingga, langsung dibawa ke rumah korban untuk dikebumikan. ”Keluarga korban menolak diotopsi. Keluarga ikhlas dan menganggap peristiwa tersebut murni kecelakaan,” pungkasnya. (iqb)

Editor : Abdul Basri
#tewas