SAMPANG – Mengemban amanah sebagai kepala daerah menjadi tanggung jawab besar bagi siapa pun. Tak terkecuali Bupati Sampang H. Slamet Junaidi. Pria berlatar belakang pengusaha itu sudah merancang rencana besar (masterplan) Sampang selama menjabat lima tahun ke depan.
Semua itu dilakukan untuk menjadikan Sampang hebat dan bermartabat. Upaya itu dapat dilihat dari beberapa program yang terlaksana sebagai penjabaran visi dan misinya. Salah satunya adalah fokus pada pengembangan wisata.
Beberapa lokasi wisata akan dikembangkan. Di antaranya wisata Air Terjun Toroan di Kecamatan Ketapang dan Pantai Lon Malang di Kecamatan Sokobanah. Destinasi Wisata Hutan Kera dan Waduk Nipah di Kecataman Banyuates juga menjadi sasaran pengembangan wisata.
Selain wisata, pengembangan kawasan agropolitan seperti budi daya melon, cabai, dan pengembangan ternak sapi juga akan digalakkan. Tak hanya fokus pada pengembangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang di bawah komandonya juga akan menargetkan destinasi wisata baru. Salah satunya, ekowisata Pulau Mandangin.
Satu-satunya pulau yang dimiliki Kabupaten Sampang itu akan dijadikan wisata baru karena destinasinya yang cukup menarik. Selain itu, rumah adat yang berada di Desa Napo, Kecamatan Omben. Lokasi tersebut layak diangkat karena mayoritas rumah warga masih melestarikan rumah adat Madura yang dikenal dengan taneyan lanjang.
”Kami perintahkan kepada camat dan kepala desa yang daerahnya memiliki potensi wisata harus dieksplorasi. Selain membuka peluang usaha, perekonomian juga akan tumbuh di daerah tersebut,” katanya.
Dalam bidang sosial, mantan anggota DPR RI periode 2014–2019 itu juga tak setengah-tengah membantu warga, khususnya anak yatim. Itu terbukti dengan Pemkab Sampang mengalokasikan dana dari APBD untuk santunan anak yatim. Totalnya mencapai Rp 1,5 miliar. (gik/par)
Editor : Abdul Basri