Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kesaksian Warga terhadap Kebakaran Rumah Makan Asela

Abdul Basri • Minggu, 25 November 2018 | 02:27 WIB
Kesaksian Warga terhadap Kebakaran Rumah Makan Asela
Kesaksian Warga terhadap Kebakaran Rumah Makan Asela

SAMPANG - Salah satu jujukan wisata kuliner di wilayah selatan Madura adalah Rumah Makan Asela. Kini, rumah makan tersebut tak seindah dulu. Sebagian bangunan tinggal arang setelah dilalap si jago merah.


Pengguna jalan nasional lintas selatan Madura Kamis malam (22/11) ”disuguhi” kobaran api. Malam itu si jago merah mengamuk. Bangunan Rumah Makan Asela jadi sasaran keganasan api.


Busiri, 40, warga Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Sampang, menyaksikan terjadinya kebakaran tersebut. Dia mengatakan, kobaran api cukup cepat. Sebelum api berkorbar dan asap membubung, kata dia, ada warga yang melihat percikan api di gudang kayu sebelah timur RM Asela.


Pengendara sepeda motor yang melihat itu kemudian mencoba memberitahu kepada warga sekitar. Dia menggedor pintu rumah warga. Kali pertama warga yang dibangunkan adalah rumah di sebelah barat Rumah Makan Asela.


Kemudian, berpindah ke rumah depan Asela. Rumah ini milik H Pukad Harianto, pemilik Asela. Setelah warga terbangun api sudah membesar dan membakar kayu di gudang tersebut.


Api semakin membesar setelah diterpa angin kencang saat itu. Sehingga, api dari gudang kayu itu menjalar ke bangunan Rumah Makan Asela. ”Api muncul pertama kali di gudang kayu itu. Diduga akibat puntung rokok yang dibuang pengguna jalan,” terang Busiri.


Dia mengatakan, api baru bisa dikendalikan satu jam setelah kejadian. Awalnya, warga menyiram api tersebut menggunakan air laut dengan peralatan seadanya. Petugas pemadam kebakaran baru datang setengah jam setelah kejadian.


Rumah Makan Asela dibangun pada 2011 silam oleh H. Pukad Harianto. Pria 36 tahun asal Desa Sejati itu mengatakan, rumah makan tersebut awalnya hanya dibangun di bagian depan. Hanya dengan satu dermaga yang terbuat dari kayu papan menjulang ke laut.


Seiring berjalannya waktu, rumah makan itu terus dikembangkan dan menjadi tongkrongan anak muda di wilayah Sampang dan Pamekasan. Sebab, lokasi rumah makan ini ada di perbatasan dua kabupaten itu. Bahkan, Rumah Makan Asela juga menjadi tempat makan para pejabat di Kota Sampang maupun luar daerah.


”Tadi malamsekitar jam setengah dua belas. Bagian depan, yaitu kasir sama dapur ludes terbakar,” kata pemiliknya Jumat (23/11).


Dia menuturkan, Rumah Makan Asela tutup hingga pukul 22.00. Pada saat kejadian, karyawan  Asela sudah pulang semua. Hanya, barang-barang seperti komputer, kulkas, dan sebagainya masih tetap di dalam. ”Karena kami tutup sampai jam sepuluh malam,” terangnya.


Sementara itu, Kasubbaghumas Polres Sampang Ipda Puji Eko Waluyo mengatakan, pihaknya sudah memasang garis polisi di lokasi kebakaran. Pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran tersebut. ”Tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian material saja. Kerugian itu juga masih ditaksir,” jelas Puji.

Editor : Abdul Basri
#sampang #kebakaran