Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Nelayan Sampang Butuh Rambu Suar Apung

Abdul Basri • Kamis, 29 Maret 2018 | 01:53 WIB
Nelayan Sampang Butuh Rambu Suar Apung
Nelayan Sampang Butuh Rambu Suar Apung

SAMPANG – Pelabuhan Tanglok di Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, merupakan satu-satunya pelabuhan transit masyarakat dari dan menuju Pulau Mandangin. Selain itu, menjadi tempat perdagangan ikan laut dan pelabuhan kapal mengangkut pasir dari luar daerah.


Setiap hari sedikitnya 10 kapal keluar masuk pelabuhan. Kondisi itu tidak ditopang dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai. Rambu suar apung misalnya.


Nahrawi, 47, nelayan Desa/Pulau Mandangin, menuturkan, keberadaan rambu suar apung di pelabuhan sangat penting. Terutama di titik lokasi pintu masuk pelabuhan. Dengan begitu, nelayan mudah mengetahui arah jalur menuju muara. ”Alat itu sangat membantu kami saat akan masuk ke pelabuhan,” ucapnya Senin (27/3).


Selama ini, pria asal Banyuwangi itu dan nelayan lainnya sudah meminta dan mengusulkan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang. Namun, tak kunjung mendapatkan kejelasan. Karena itu, nelayan terpaksa memasang tanda menggunakan bambu. ”Kami memasang tanda mulai dari jarak satu kilometer dari muara. Bambu itu sangat berbahaya bagi keselamatan kami. Tapi jika tidak dipasang tanda, kapal sulit masuk ke pelabuhan,” katanya.


Dia berharap kondisi tersebut mendapat perhatian pemkab. Pemasangan rambu suar di pintu masuk pelabuhan harus diupayakan. Hal itu berkaitan dengan kebutuhan dan faktor keselamatan nelayan. ”Kami harap pemasangan rambu suar bisa segera diupayakan,” harapnya.


Kabid Perhubungan Laut (Hubla) DishubSampang Moh. Chotibul Umam mengatakan, pemasangan rambu suar di lokasi tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk mengupayakan.


”Kami sudah melapor kepada Pj bupati terkait dengan kebutuhan alat tersebut. Pak Bupati sudah berkoordinasi dengan Dishub Jatim dan mengajukan permohonan empat unit rambu suar apung,” jelasnya.


Editor : Abdul Basri