Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tertinggi di Madura, Sampang Runner-Up Difteri Se-Jatim

Abdul Basri • Rabu, 24 Januari 2018 | 00:02 WIB
Tertinggi di Madura, Sampang Runner-Up Difteri Se-Jatim
Tertinggi di Madura, Sampang Runner-Up Difteri Se-Jatim

PAMEKASAN – Penyakit difteri berstatus kejadian luar biasa (KLB) di Jawa Timur (Jatim). Untuk mencegahnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melaksanakan sosialisasi kegiatan outbreak response immunization (ORI) difteri se-Madura di Pendapa Bupati Sampang Senin (22/1).


Dalam kegiatan itu terungkap bahwa Kota Bahari yang merupakan daerah termiskin masuk daftar daerah tertinggi difteri se-Madura. Banyaknya jumlah penderita menjadikan Sampang peringkat kedua di Jawa Timur.


Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi mengatakan, selama 2017 ditemukan 460 kasus difteri. Enam belas orang di antaranya meninggal dunia. Jumlah tersebut meningkat 30 persen dibandingkan 2016 dengan 320 kasus. ”Tingkat nasional, sebanyak 51 persen kasus difteri berasal dari Jawa Timur pada 2017,” ujarnya.


Pria asal Sumenep itu mengungkapkan, lima daerah dengan jumlah penderita tertinggi di Jawa Timur yakni Kabupaten Pasuruan, Sampang, Surabaya, Gresik, dan Nganjuk. Melalui ORI ini penularan difteri diharapkan bisa dicegah.


Untuk mengantisipasinya, kata Sukardi, melalui ajakan sejumlah pihak untuk mengikuti imunisasi. Karena itu, pihaknya bekerja sama dengan polres, TNI,  kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. ”Harapan saya, di Madura ke depan bisa bebas difteri,” harapnya. ”Memang Sampang tertinggi se-Madura,” imbuhnya.


Kepala Dinkes Jawa Timur Kohar Hari Santoso menjelaskan, cakupan pelaksanaan ORI di wilayah Madura tahun ini ditargetkan 1,2 juta jiwa lebih. Sasarannya usia 1–19 tahun. Perinciannya, Sampang 352 ribu jiwa lebih, Pamekasan 282 ribu jiwa lebih, Bangkalan 345 ribu jiwa lebih, dan Sumenep 287 ribu jiwa lebih.


”Kami sangat meminta pada para pimpinan wilayah, targetnya untuk diikuti lebih jauh dan SK tentang KLB segera dikeluarkan. Karena itu menjadi dasar untuk mengeluarkan biaya-biaya yang dari provinsi,” ungkapnya.


Kohar menambahkan, ORI untuk wilayah Madura akan dilaksanakan tiga tahap. Mulai Februari, Juli, dan November. 

Editor : Abdul Basri