SAMPANG, RadarMadura.id Keterbatasan fisik bukan penghalang untuk mencintai kalamullah. Hal itu ditunjukkan pemuda tunanetra asal Kabupaten Sampang bernama Abi Yaqub.
Abi Yaqub mengandalkan indra pendengarannya untuk menyimak murottal atau rekaman lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan seorang qari yang diperdengarkan lewat pemutar lagu. Sebab, dia ingin menghafal Al-Quran.
Suasana itu terlihat saat Jawa Pos Radar Madura (JPRM) berkesempatan bersilaturahmi ke kediaman Abi Yaqub, di Jalan Mangkubumi, Kelurahan Polagan, kemarin (10/10). Rumah Yaqub terletak di Dusun Ponjuk.
Saat tiba di halaman rumah Abi Yaqub, terdengar suara pemutar lagi portabel. Remaja 18 tahun itu sedang duduk di kursi ruang tamu ditemani ibunya, Dohirowati. Begitu mengetahui kehadiran JPRM, Abi Yaqub lalu mempersilakan duduk. Sambil menyimak murottal, dia lalu memulai perbincangan.
Abi Yaqub menceritakan, menghafal Al-Quran sudah dilakukan sejak kecil. Meski memiliki keterbatasan fisik, dia bersemangat menghafal kalamullah (Al-Quran).
Baca Juga: Dua Santri Asal Bangkalan Belum Teridentifikasi, Korban Tragedi Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny
"Saya memanfaatkan indra pendengaran saat mendengarkan murottal," ujarnya sambil menunjukkan pemutar lagi yang menemani aktivitas hariannya.
Putra ketiga dari pasangan Habibul Umam dan Dohirowati itu mengaku memiliki kiat tersendiri agar bisa menghafal Al-Qur’an. Yakni, dengan mendengarkan murottal dari pemutar lagu portabel tiga kali.
"Alhamdulillah, bisa hafal. Sekarang saya sudah hafal 18 juz," tuturnya.
Dalam sehari Abi Yaqub meluangkan waktu selama dua jam untuk menghafal Al-Quran. Ada dua pemutar lagu yang dipakai untuk menghafalkan kalamullah.
"Satu pemutar lagu untuk menghafal dan satu lagi untuk murajaah hafalan kepada ustad yang mengajar di Rumah Tahfidz Ar Rahman," ujarnya.
Dijelaskan, saat ini masih kurang 12 juz untuk menuntaskan hafalan menjadi 30 juz. Dia berkeinginan untuk melanjutkan hafalannya di Arab Saudi jika ditakdirkan oleh Sang Pencipta.
"Jika nanti selesai 30 juz, saya ingin melanjutkan hafalan saya saat mondok di Arab Saudi," ujarnya.
Ditambahkan, salah satu kunci menghafal Al-Quran adalah hati harus tenang. Saat menghafal Al-Quran, hendaknya tidak memikirkan tentang dunia. "Harus bisa menyatu dengan Al-Quran," terangnya.
Dia berpendapat, menghafal Al-Quran merupakan jalan yang benar untuk meninggikan agama Allah. Karena itu, dia tidak putus asa menghafal Al-Quran.
"Teruslah semangat menghafal Al-Quran. Impian saya pergi ke Tanah Suci bersama kedua orang tua belum terwujud," tandasnya. (bai/yan)
Editor : Hendriyanto