Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Makna dan Sejarah Hari Raya Idul Adha: Mengapa Qurban Dirayakan?

Amin Basiri • Sabtu, 17 Mei 2025 | 15:41 WIB
Semangat dan makna perayaan Hari raya Idul Adha dan qurban
Semangat dan makna perayaan Hari raya Idul Adha dan qurban

Religi, RadarMadura.id - Hati Raya Idul Adha merupakan salah satu hari besar dalam agama Islam yang dikenal juga sebagai Hari Raya Qurban.

Pada hari Raya Idul Adha, umat Islam di seluruh dunia melaksanakan ibadah qurban sebagai simbol ketaatan kepada Allah SWT.

Hati Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah dan memiliki makna spiritual yang mendalam.

Sejarah Hari Raya Idul Adha bermula dari peristiwa ketika Nabi Ibrahim AS mendapat perintah dari Allah SWT melalui mimpi untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.

Nabi Ibrahim AS, yang sangat taat kepada Allah, mematuhi perintah tersebut dan bersiap untuk melaksanakan qurban.

Namun, pada saat penyembelihan akan dilakukan, Allah menggantikan Nabi Ismail AS dengan seekor domba sebagai bentuk kasih sayang-Nya.

Oleh karena itu, pada Idul Adha, umat Islam mengenang pengorbanan Nabi Ibrahim AS melalui ibadah qurban.

Idul Adha dan ibadah qurban mengajarkan tentang ketaatan yang tulus kepada Allah SWT.

Ketika melaksanakan qurban, umat Islam belajar untuk melepaskan keegoisan dan kepentingan pribadi demi menjalankan perintah-Nya.

Selain itu, Hari Raya Idul Adha juga mengajarkan tentang kepedulian sosial melalui pembagian daging qurban kepada orang-orang yang membutuhkan.

Hari Raya Idul Adha juga menjadi momen refleksi bagi umat Islam untuk menguatkan keikhlasan dalam beribadah.

Dengan berqurban, seseorang menunjukkan ketaatan tanpa pamrih, seperti yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim AS.

Baca Juga: Bolehkah Panitia Kurban Memasak Daging untuk Konsumsi? Ini Penjelasan Fikihnya

Pada setiap Hari Raya Idul Adha, umat Islam diingatkan bahwa qurban adalah wujud pengabdian kepada Allah dan kepedulian terhadap sesama.

Pada perayaan Hari Raya Idul Adha, umat Islam yang mampu secara finansial dianjurkan untuk melakukan qurban.

Hewan qurban yang biasanya dipilih adalah sapi, kambing, domba, atau kerbau.

Setelah penyembelihan qurban dilakukan, daging qurban dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan terutama kepada fakir miskin, sehingga seluruh umat Islam dapat merasakan kebahagiaan Idul Adha.

Pelaksanaan qurban pada Hari Raya Idul Adha juga memiliki nilai sosial yang sangat penting.

Dengan berbagi daging qurban, umat Islam menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap kaum dhuafa. Oleh karena itu, qurban bukan hanya tentang ritual penyembelihan hewan, tetapi juga tentang berbagi kebahagiaan pada Idul Adha.

Selain qurban, Hari Raya Idul Adha juga bertepatan dengan puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah.

Pada saat Idul Adha, umat Islam yang menunaikan haji sedang melaksanakan wukuf di Arafah, yang merupakan rukun haji paling utama.

Oleh karena itu, Hari Raya Idul Adha sering disebut sebagai Lebaran Haji. Hal ini menunjukkan bahwa Idul Adha tidak hanya tentang qurban, tetapi juga tentang kesempurnaan ibadah bagi mereka yang mampu menunaikan haji.

Idul Adha dan qurban mengandung pesan penting tentang ketaatan, keikhlasan, dan kepedulian sosial.

Dengan melaksanakan qurban pada Idul Adha, umat Islam dapat belajar untuk lebih bersyukur dan peduli terhadap sesama.

Perayaan Idul Adha bukan hanya simbol kebahagiaan, tetapi juga wujud nyata dari pengabdian dan kasih sayang kepada Allah SWT serta sesama manusia ***

Editor : Amin Basiri
#Qurban #idul adha #hari raya