Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Keutamaan Doa Sayyidul Istighfar: Permohonan Ampunan yang Diajarkan Rasulullah SAW

Amin Basiri • Selasa, 13 Mei 2025 | 15:19 WIB
Keutamaan doa sayyidul istighfar
Keutamaan doa sayyidul istighfar

RELIGI, RadarMadura.idDalam kehidupan seorang Muslim, istighfar atau memohon ampunan kepada Allah SWT merupakan bagian yang sangat penting dalam menjaga hubungan dengan Sang Pencipta.

Rasulullah Muhammad SAW, sebagai panutan umat, memberikan teladan dengan senantiasa beristighfar, meskipun beliau adalah pribadi yang ma’shum atau terjaga dari dosa.

Di antara sekian banyak bentuk istighfar yang diajarkan, terdapat satu doa yang dikenal sebagai Sayyidul Istighfar—doa yang dianggap paling utama dalam memohon ampunan kepada Allah SWT.

Sayyidul Istighfar secara harfiah berarti “penghulu istighfar” atau bentuk permohonan ampunan yang paling agung.

Doa ini diriwayatkan dalam hadits shahih Bukhari dan diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya. Berikut lafal lengkapnya:

"Allahumma anta rabbi, la ilaha illa anta, khalaqtani wa ana 'abduka, wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'udzu bika min sharri ma sana'tu, abu’u laka bini’matika 'alayya, wa abu’u bi dhanbi faghfirli, fa innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta."

Artinya:
"Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada tuhan selain Engkau, Engkau telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam ikatan janji-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kulakukan. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku, dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau." (HR. Bukhari)

Doa ini bukan sekadar rangkaian kata, tetapi mencerminkan kesadaran seorang hamba akan kelemahan dirinya dan kebesaran Rabb-nya.

Ia mengandung beberapa unsur penting: pengakuan atas keesaan Allah, pengakuan sebagai hamba yang lemah, komitmen terhadap perjanjian dengan Allah, permohonan perlindungan dari kejahatan diri, serta pengakuan terhadap nikmat yang telah diterima dan dosa yang telah dilakukan.

Salah satu keistimewaan doa ini adalah anjuran untuk membacanya di pagi dan petang hari. Dalam riwayat, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan Sayyidul Istighfar di pagi hari dengan keyakinan, lalu meninggal di hari itu sebelum malam, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa yang membacanya di malam hari dengan keyakinan, lalu meninggal sebelum pagi, maka ia juga termasuk penghuni surga." (HR. Bukhari)

Doa ini menjadi bukti bahwa Islam memberikan jalan luas untuk kembali kepada Allah, tak peduli seberapa besar dosa yang pernah dilakukan.

Yang dibutuhkan adalah kesungguhan hati untuk bertobat dan kerendahan hati untuk mengakui kesalahan.

Dengan menjadikan Sayyidul Istighfar sebagai bagian dari rutinitas harian, seorang Muslim tidak hanya menjaga hatinya tetap bersih, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Doa ini menjadi simbol ketundukan dan harapan akan rahmat serta ampunan-Nya yang tak terbatas.***

Editor : Amin Basiri
#Sayyidul istighfar #muslim #doa