Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

PGMNI Minta Video Film Guru Tugas 2 di Take Down

Amin Basiri • Senin, 6 Mei 2024 | 01:23 WIB

 

SEMANGAT : Ustadz Moh. Homaidi, M.Pd (kiri) saat berbincang² dengan ketum PGMNI Jatim Moh. Ali Muhsin (dua dari kiri) dan sejumlah pengurus.
SEMANGAT : Ustadz Moh. Homaidi, M.Pd (kiri) saat berbincang² dengan ketum PGMNI Jatim Moh. Ali Muhsin (dua dari kiri) dan sejumlah pengurus.

Jawa Pos Radar Madura id.- Kru konten kreator AKELOY Production mengunggah film terbarunya berjudul Guru Tugas 2.

Namun, film berdurasi sekitar kurang lebih 36 menit itu menuai kecaman dari masyarakat dan netizen.

Menyikapi tayangnya film Guru Tugas 2, Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Jatim angkat bicara.

PGMNI sebagai organisasi yang menaungi guru madrasah itu memberikan pernyataan resmi terkait kasus film tersebut

Ustadz Moh. Homaidi, M.Pd selaku pengurus Punggawa Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Jatim ikut menyanyangkan atas tayangnya film tersebut.

Menurutnya, film itu terkesan mengeneralisasi perilaku guru tugas yang melakukan pengabdian diberbagai lembaga atau pesantren.

"Jika itu cerita fakta, tapi kan pasti kasuistik, padahal sangat banyak angle atau kiprah guru tugas yang sangat layak untuk diangkat," ujar pria yang saat ini bermukim di Batu Malang tersebut.

Menurutnya, Guru tugas adalah tenaga pendidik sukarelawan yang diberi amanah oleh pesantren atau kiai untuk mengabdi ke berbagai madrasah atau pesantren di pelosok desa/kota.

Mereka membawa visi dan misi dakwah dengan menyebarkan berbagai disiplin ilmu untuk mendidik masyarakat dan generasi bangsa agar pendididikan keagamaan bisa berjalan dengan maksimal

"Kehadiran guru tugas selama ini sangat membantu para pengelola madrasah karena mereka bisa diperbantukan sebagai guru di lembaga tersebut, di tengah banyaknya lembaga yang kekurangan tenaga pendidik," ujar kepala SDI Al-Fattah Batu, Malang itu.

Bahkan, lanjut ustadz Homaidi, seringkali kehadiran guru tugas bisa membawa inovasi dan perubahan ke arah yang lebih baik bagi madrasah yang dijadikan tempat pengabdiannya.

Karenanya, PGMNI menilai, Film dengan judul Guru Tugas 2 konten Kreator AKELOY Production sangat menciderai nama baik pesantren dan guru tugas karena film tersebut terkesan megeneralisasi perbuatan guru tugas seperti yang difilmkan.

"Beberapa adegan yang ditayangkan juga tidak etis secara moral, karena menciderai norma-norma agama, etika dan juga kultur masyarakat Madura yang dikenal agamis,"ucapnya mewakili Ketum PGMNI Jatim, Moh. Ali Muhsin.

religiBaca Juga: Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum, Sendir, Lenteng, Sumenep, Lahirkan Siswa-Siswi Berprestasi

Tayangan film itu dinilai tidak mengedukasi masyarakat, apalagi yang menonton film juga berpotensi dari kalangan anak-anak atau remaja.

Oleh sebab itu, PGMNI meminta agar film atau video adegan tidak pantas yang sudah diunggah segera di take down, sebagai langkah untuk menghargai peran guru tugas dan menjaga nama baik pesantren.

"Sangat baik dan bijak pula jika kru AKELOY Production meminta maaf atas konten tersebut yang telah menyebabkan banyak guru tugas, alumni pesantren, kiai dan ustadz yang tersinggung dengan kontens tersebut,"ungkpanya.

PGMNI pada dasarnya sangat mendukung dan mengapresiasi atas tumbuh kembangmya konten-konten kreatif dari masyarakat madura.

Kendati demikian, PGMNI tetap menghimbau agar karya atau konten yang dihasilkan harus mengedukasi dan memperhatikan norma-norma agama dan kultur masyarakat Madura.

"Artinya jangan membuat konten-konten yang provokatif dan melabrak tatanan nilai-nilai hanya untuk kepetingan jumlah subscribe dan jam tayang," ungkpanya

Karenanya, PGMNI mengajak masyarakat untuk memanfaatkan medsos (FB, Tiktok, ig dan sejenisnya) secara arif, bijak dan memperhatikan norma agama dan kultur masyarakat madura yang dikenal agamis atau religius.

Sebab akhir-akhir ini banyak ditemukan konten-konten yang bergeser dari nilai-nilai tersebut, sehingga mengancam terjadinya degradasi moral dikalangan masyarakat.

"Kami akan terus memberikan dukungan moril kepada guru tugas untuk tetap semamgat dalam menjalankam tugasnya dan PGMNI juga akan terus mendoakan agar mampu menjalankan tugas dan amanahnya dengan baik, serta mampu menjaga nama baik pesantren,"ucapnya.

Sementara itu, sutradara AKELOY Production, Yusron Hamdani menjelaskan, beberpa video yang menayangkan adegan yang dinilai tidak pantas sudah di take down sekitar 2-3 jam setelah tayang.

"Adegan yang tidak senonoh langsung di cut," ujar pria yang akrab disapa Yus Muhammad itu.

Dia menjelaskan, untuk metake down seluruh isi vidoe dalam film itu, pihaknya masih berfikir dua kali setelah rembuk dengan kru. Dalam Youtube itu juga sudah dijelaskan di deskripsi bahwa tayangan itu khusus 18 +.

"Kalau mau di stop mohon maaf tidak bisa karena kesannya memang ada niat menjelekkan GT dan suatu lembaga," ungkpanya. (sin)

Editor : Amin Basiri
#film #Guru Tugas 2 #pgmni