Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bersalawat saat Bulan Purnama dan di Tempat Terbuka, Alat Musik Menjadi Media Menggaet Kaum Muda

Ina Herdiyana • Jumat, 29 Maret 2024 | 05:50 WIB

 

BERKARISMA: KH Muhammad Ali Syakir, pendiri Majelis Sholawat Al Mahabbah Shonar Pornama, Desa Campaka, Kecamatan Pasongsongan, ada di kediamannya, Selasa (19/3). (MOH. IQBAL/JPRM)
BERKARISMA: KH Muhammad Ali Syakir, pendiri Majelis Sholawat Al Mahabbah Shonar Pornama, Desa Campaka, Kecamatan Pasongsongan, ada di kediamannya, Selasa (19/3). (MOH. IQBAL/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Dakwah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui majelis salawat.

Cara tersebut ditempuh KH Muhammad Ali Syakir. Yakni, dengan mendirikan majelis Al Mahabbah Sholawat Nariah (Shonar) Pornama.

Jemaah yang aktif terlibat dalam kegiatan rutin yang biasa dilaksanakan setiap bulan purnama mencapai 20.000 orang.

Kegiatan itu biasanya dilaksanakan di tempat terbuka tanpa tenda agar tidak ada pembeda antara jemaah dan majelis.

KH Muhammad Ali Syakir mengaku awalnya mengurus lembaga pendidikan Miftahul Ulum di Desa Campaka, Kecamatan Pasongsongan, pada 2009 . Lembaga itu dibangun oleh almarhum ayahandanya, Ahmad Zubairi Anwar.

Kiai kelahiran 1980 tersebut awalnya cuma fokus mengurus pendidikan diniyah dan SMP Islam.

Pada 2014, Muhammad Ali Syakir mulai mendirikan perkumpulan membaca salawat di kampung-kampung yang ada di sekitar lembaganya.

Saat itu, jumlah anggotanya lebih 30 orang. Sedangkan kegiatan bersalawat yang dilaksanakan biasanya digelar seminggu sekali dan dua minggu sekali. ”Saya semangat berdakwah lewat salawat.

Sebab, bisa mengajak pada kebaikan dan mencegah keburukan, yaitu dengan baca salawat,” ujarnya.

Setelah empat tahun berjalan, perkumpulan salawat yang didirikan Muhammad Ali Syakir semakin mengakar.

Meskipun pada saat itu anggota dari perkumpulan yang dilaksanakan didominasi oleh kalangan orang dewasa. Sedang para remaja enggan terlibat.

Hal tersebut membuat Muhammad Ali Syakir mencari solusi agar para pemuda juga gemar membaca salawat nariyah. ”Akhirnya timbul pemikiran untuk membaca salawat menggunakan alat musik,” imbuhnya.

Cara itu dilakukan secara sederhana. Yang terpenting kalangan muda bisa datang dan ikut dalam pembacaan salawat nariyah.

Kegiatan salawat bersama menggunakan alat musik kali pertama k dilaksanakan di tempat terbuka saat malam bulan purnama. Tujuannya, agar pelaksanaan salawat disinari bulan yang sangat terang.

”Target saya waktu itu hanya 10 orang yang hadir. Tapi, alhamdulillah yang hadir sampai 200 orang,” ucap Muhammad Ali Syakir.

Akhirnya Majelis Sholawat Al Mahabbah Shonar Pornama rutin dilaksanakan sebulan sekali, yaitu di malam bulan purnama.

Namun, saat ini banyak masyarakat yang Majelis Sholawat Al Mahabbah Shonar Pornama untuk melaksanakan salawatan massal di daerahnya.

”Awalnya mencari tempat numpang ke orang, seiring berjalannya waktu orang yang meminta ke kami. Sampai tahun 2028 mendatang tempatnya sudah ada,” sambungnya.

Muhammad Ali Syakir menambahkan, jemaah yang terlibat dalam setiap pelaksanaan kegiatan bersalawat terus bertambah. ”Sempat terdeteksi, jemaah yang hadir sekitar 20 ribu orang,” ujarnya.

Kegiatan bersalawat biasanya dimulai pukul 20.00–24.00. Pada pukul 22.00 biasanya pembacaan salawat dijeda untuk melaksanakan santunan anak yatim.

Uang yang diserahkan berasal dari dana sosial yang terkumpul dari jemaah yang hadir. Di sela-sela pembacaan salawat biasanya juga dilakukan kajian.

”Baik kajian pemantapan salawat, keutamaan salawat, dan semacamnya. Agar jamaah tidak bosan,” tuturnya.

Muhammad Ali Syakir memaparkan, Majelis Sholawat Al Mahabbah Shonar Pornama melakukan kegiatan di berbagai tempat.

Bahkan, sudah dua kali melangsungkan acara di Bangkalan. Sedangkan personel musik yang mengiringi pembacaan salawat sekitar 30 orang.

Majelis Sholawat Al Mahabbah Shonar Pornama tidak membebankan biaya kepada masyarakat yang mengundang.

Dengan catatan, di tempat tersebut sudah ada perkumpulan membaca salawat nariyah. ”Kita tekankan seperti itu, karena kita tidak membebankan biaya,” imbuhnya.

 

RELIGIUS: Majelis Sholawat Al Mahabbah Shonar Pornama saat tampil di Desa Trapang, Kecamatan Banyuates, Sampang. (MAJELIS SHONAR PORNAMA UNTUK JPRM)
RELIGIUS: Majelis Sholawat Al Mahabbah Shonar Pornama saat tampil di Desa Trapang, Kecamatan Banyuates, Sampang. (MAJELIS SHONAR PORNAMA UNTUK JPRM)

Kembangkan Usaha AMDK dan Luncurkan Program Umrah Gratis

KH Muhammad Ali Syakir tidak hanya mendirikan Majelis Sholawat Al Mahabbah Shonar Pornama. Namun, juga mengembangkan usaha air mineral dalam kemasan (AMDK).

Keuntungan yang didapat dari usahanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan jamiahnya. Usaha itu dimulai sejak 2022.

Pengelolaan usaha AMDK yang dikembangkan bersifat jamiah. Sebab, modal usahanya berasal dari iuran. Awalnya iuran yang terkumpul menjadi modal awal usaha hanya Rp 28 juta.  

”Kalau sekarang uang yang dikelola sudah mencapai Rp 600 juta,” ucap Muhammad Ali Syakir.

Muhammad Ali Syakir menambahkan, AMDK yang dikelola tersebut sudah dipasarkan ke berbagai daerah.

Misalnya, Sumenep, Pamekasan, dan Sidoarjo. Setiap bulannya sekitar 10 ribu kardus terjual. ”Kalau omzet bersihnya sekitar Rp 10 juta– Rp 15 juta per bulan,” katanya.

Dirinya memang sengaja mengembangkan usaha AMDK. Sebab, air merupakan kebutuhan semua umat. Apalagi, potensi air di wilayahnya melimpah. ”Makanya kita kembangkan usaha AMDK ini,” ujar Muhammad Ali Syakir.

Muhammad Ali Syakir menambahkan, Majelis Sholawat Al Mahabbah Shonar Pornama memiliki beberapa program lain untuk bisa mengajak masyarakat gemar salawat. Salah satunya melalui

program umrah gratis. Pemilihan jemaah yang mendapat hadiah umrah ditentukan dengan sistem undian.

”Tahun kemarin (2023) kami sudah berangkatkan 3 jemaah umrah secara gratis,” imbuhnya. (iqb/jup)

 

 

 

RELIGIUS: Majelis Sholawat Al Mahabbah Shonar Pornama saat tampil di Desa Trapang, Kecamatan Banyuates, Sampang. (MAJELIS SHONAR PORNAMA UNTUK JPRM)
RELIGIUS: Majelis Sholawat Al Mahabbah Shonar Pornama saat tampil di Desa Trapang, Kecamatan Banyuates, Sampang. (MAJELIS SHONAR PORNAMA UNTUK JPRM)
Editor : Ina Herdiyana
#Bulan purnama #Shonar #majelis #kaum muda #bersalawat