SAMPANG, RadarMadura.id – Kegitan di Ponpes Miftahul Ulum Raudlatul Athfal hampir sama seperti lembaga pendidikan pada umumnya.
Kegiatan berkesinambungan selama 24 jam. Mulai kegiatan belajar mengajar (KBM) di madrasah hingga aktivitas di pesantren.
Yayasan Pendidikan Islam Almanafiyah menaungi sejumlah jenjang pendidikan. Yakni, pendidikan anak usia dini (PAUD), Raudlatul Athfal (RA), dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).
Lalu, Madrasah Diniyah Taklimiyah Awwaliyah (MDTA) dan Madrasah Diniyah Taklimiyah Wustha (MDTW).
Tradisi tadarus Al-Qur’an masih rutin dilaksanakan setiap malam. Termasuk pembacaan burdah dan maulid diba’ setiap Jumat malam.
Santri juga membaca rotibul haddad setiap sepertiga malam. Selain itu, sejumlah program pendidikan menggunakan metode cepat.
Pengasuh sekarang K. Mohammad Lutfi Hisyam menyampaikan, pihaknya menerapkan empat program di madrasah. Rata-rata sudah menggunakan metode cepat.
Misalnya, cara cepat baca kitab dengan metode Al-Miftah lil Ulum, cara cepat baca Al-Qur’an menggunakan metode At-Tanzil.
”Kami menggunakan metode cepat baca Al-Qur’an dan kitab kuning untuk mempermudah anak didik saat belajar,” ujarnya.
Kiai Lutfi menyampaikan, Al-Miftah lil Ulum termasuk metode praktis, simpel, dan mudah untuk kalangan pemula dalam memahami dan mempercepat baca kitab kuning.
Metode ini dijalankan pada Tahun Ajaran 2021–2022. Metode ini dikhususkan bagi murid prakelas enam ibtidaiyah.
”Sebenarnya, program ini diwacanakan oleh pengasuh Almarhum KH. Ach. Hisyam bin K. Abdul Manaf 2020. Tapi, waktu itu kendala Covid-19,” ucapnya.
Metode baca Al-Qur’an At-Tanzil, lanjut Kiai Lutfi, sudah lama diterapkan. Tepatnya tahun ajaran 2011–2012.
Metode ini dipilih karena mempermudah murid belajar membaca Al-Qur’an dengan tajwid dan tartil.
Metode yang digagas Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan, ini diterapkan pada tingkat TPA.
”Alhamdulillah berjalan sampai sekarang. Setiap tahun lebih dari 30 anak diwisuda,” paparnya.
Ponpes Miftahul Ulum Raudlatul Athfal menerapkan program tahfiz Kitab Imrithi yang dikhususkan murid kelas enam ibitdaiyah.
Selain itu, ada program tahfiz Al-Qur’an atau Juz Amma. Program ini memberikan ruang bagi lulusan TPA untuk menghafal Al-Qur’an.
”Program tahfiz Al-Qur’an ini cita-cita pendiri pesantren (Almarhum K. Abdul Manaf). Alhamdulillah sekarang terealisasi,” ucapnya. (bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia