Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

YPI Al-Manafiyah Ponpes Miftahul Ulum Raudlatul Athfal Karang Penang Oloh Bermula dari Tempat Mengaji

Berta SL Danafia • Senin, 18 Maret 2024 | 21:28 WIB
K. Abdul Manaf bin K. Ja’imin (kiri) dan R. Moh. Lutfi Hisyam, S.Pd.I., M.Pd. sebagai pendiri dan pengasuh sekarang Ponpes Miftahul Ulum Raudlatul Athfal. (YPI ALHANAFIYAH UNTUK JPRM)
K. Abdul Manaf bin K. Ja’imin (kiri) dan R. Moh. Lutfi Hisyam, S.Pd.I., M.Pd. sebagai pendiri dan pengasuh sekarang Ponpes Miftahul Ulum Raudlatul Athfal. (YPI ALHANAFIYAH UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum Raudlatul Athfal K. Abdul Manaf bin K. Ja’imin pindah tiga kali mencari tempat tinggal.

Pendiri Ponpes Miftahul Ulum Raudlatul Athfal ini baru menetap di Dusun Bandungan, Desa Karang Penang Oloh, Kecamatan Karang Penang, sekitar 1947.

Tempat itu merupakan petunjuk gurunya dari Ponpes Prajjan, Sampang. Dia juga diminta membina santri.

Tujuannya, agar mereka tidak terjerumus pergaulan yang merusak akhlak dan iman.

Inilah yang melatarbelakangi munculnya nama lembaga Raudlatul Athfal atau bermakna taman anak-anak.

Pengasuh sekarang K. Mohammad Lutfi Hisyam menceritakan, masyarakat suka cara mengajar Kiai Manaf.

Semula, santri mengaji Al-Qur’an bisa dihitung dengan jari. Santri tidak hanya diajari mengaji, tetapi juga ilmu agama.

Perlahan, jumlah santri yang mengaji terus bertambah hingga puluhan. Bahkan, santrinya berasal dari lintas desa.

Antara lain, Desa Gunung Kesan, Karang Penang Oloh, Karang Penang Onjur, Bulmatet, Poreh, hingga Tlambah.

”Beliau gigih mendidik anak-anak hingga melahirkan lembaga pendidikan yang berbasis ilmu agama atau diniyah,” tuturnya.

SIAP BELAJAR: Sejumlah santri mengikuti seremonial pembukaan program Pesantren Ramadan. (YPI ALHANAFIYAH UNTUK JPRM)
SIAP BELAJAR: Sejumlah santri mengikuti seremonial pembukaan program Pesantren Ramadan. (YPI ALHANAFIYAH UNTUK JPRM)

Kiai Lutfi menyampaikan, jumlah santri mencapai 700 orang. Lalu, Kiai Manaf berkeinginan mendirikan sekolah agama.

Rencana itu direspons positif oleh tokoh masyarakat setempat yang diberi nama Madrasah Raudlatul Athfal.

Pada 1981, nama Madrasah Raudlatul Athfal diubah menjadi Madrasah Miftahul Ulum Raudlatul Athfal.

Perubahan ini terjadi karena lembaga ini menjadi ranting Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen. Lembaga ini juga dibantu guru tugas dari Ponpes Panyepen.

”Lembaga kita termasuk ranting pertama di Kecamatan Karang Penang. Ini berjalan sampai sekarang,” ucap Kiai Lutfi.

Madrasah Miftahul Ulum Raudlatul Athfal menerapkan metode cepat baca kitab Al-Miftah Lil Ulum dari Ponpes Sidogiri pada 2021–2022.

Lembaga mewajibkan semua santri yang ikut metode ini untuk bermukim. Karena itu, sejak 2023 lembaga ini resmi beralih ke pondok pesantren.

Kiai Lutfi menyampaikan, lembaga yang dipimpinnya dibangun melalui swadaya masyarakat.

Tahun ini usia lembaga ini sekitar 77 tahun. Menurut dia, kondisi bangunan fisik tidak memadai karena sumber dana yang dimiliki terbatas.

”Lokasi dan sarana-prasarana kurang baik karena hanya mengandalkan swadaya masyarakat,” tuturnya. (bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#ponpes #miftahul ulum #Raudlatul Athfal