RadarMadura.id — Dalam semarak Ramadan, umat Islam di seluruh penjuru dunia menyambut bulan suci ini dengan antusiasme tinggi.
Ramadan, bulan yang hanya datang sekali setahun, dianggap sebagai waktu untuk introspeksi dan peningkatan spiritualitas.
Di bulan ini, suasana menjadi lebih hangat dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an dan kegiatan berbagi yang meningkat, baik di jalanan maupun di masjid.
Meski Ramadan tahun ini telah berlalu, pemahaman tentang esensi puasa, niat sahur, dan doa berbuka tetap relevan.
Ini bukan sekadar ritual, melainkan juga pelajaran bagi generasi muda untuk memahami nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah ini.
Baca Juga: Keutamaan Shalat Tarawih di Malam Pertama Ramadhan
Niat Sahur:
Sahur, yang dilakukan sebelum fajar menyingsing, adalah saat yang paling afdal untuk mempersiapkan diri menjalani hari dengan puasa.
Niat puasa Ramadan dapat diucapkan sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta’ala. Yang artinya, “Dengan ini saya bermaksud puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Taala.”
Bagi yang belum hafal niat dalam bahasa Arab, niat dengan bahasa yang dipahami dengan tujuan yang sama tetap sah.
Baca Juga: 6 Syarat Puasa Ramadhan yang Harus Dipenuhi, Nomor 5 Sering Dilupakan
Doa Buka Puasa:
Setelah seharian berpuasa, umat Islam mengakhiri puasanya dengan doa berbuka yang penuh syukur:
Menurut HR Bukhari dan Muslim:
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin. Yang artinya, “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”
Menurut HR Abu Daud:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah. Yang artinya, “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.”
Baca Juga: Inilah Manfaat dan Hikmah Puasa Ramadhan yang Jarang Diketahui
Dengan demikian, Ramadan tidak hanya menjadi bulan puasa, tetapi juga bulan pembelajaran dan berbagi kasih sayang. (fadila)