RadarMadura.id - Isra Miraj adalah peristiwa mukjizat yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW pada suatu malam di tahun 621 Masehi, sekitar satu tahun sebelum hijrah ke Madinah.
Dalam peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, lalu naik ke langit hingga mencapai Sidratul Muntaha, tempat tertinggi di langit yang menjadi batas pengetahuan dan aktivitas para makhluk.
Perjalanan ini dilakukan dengan bantuan malaikat Jibril dan kendaraan bernama Buraq, yang memiliki kecepatan luar biasa.
Baca Juga: Caleg Akhmad Moestamin: Warga Kamal Memiliki Jiwa Sosial Tinggi
Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan para nabi terdahulu, seperti Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa.
Nabi Muhammad SAW juga menerima perintah salat lima waktu dari Allah SWT, yang awalnya berjumlah 50 kali sehari, namun kemudian dikurangi menjadi lima kali sehari atas saran Nabi Musa.
Peristiwa Isra Mi'raj memiliki banyak hikmah dan makna bagi umat Islam. Salah satunya adalah menunjukkan keagungan dan kekuasaan Allah SWT, yang mampu memperjalankan hamba-Nya dalam waktu singkat dan menunjukkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda-Nya.
Baca Juga: Laporan Netralitas Kades Aeng Panas, Sumenep, Dilimpahkan, Diduga Melanggar Tindak Pidana Pemilu
Peristiwa ini juga menunjukkan keistimewaan dan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman, yang mendapatkan penghormatan dan pengakuan dari para nabi sebelumnya.
Selain itu, peristiwa ini juga menegaskan pentingnya salat sebagai tiang agama, yang menjadi kewajiban dan ibadah utama bagi umat Islam.
Peristiwa Isra Mi'raj merupakan salah satu bukti kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW, yang harus kita imani dan yakini sebagai bagian dari rukun iman.
Peristiwa ini juga mengajarkan kita untuk selalu bersyukur, beriman, dan bertaqwa kepada Allah SWT, serta mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW dalam segala hal.
Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan berkah dan manfaat dari peristiwa Isra Mi'raj. Aamiin. (hasan)
Editor : Hasan Bashri