Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sisi Bandel dan Cerdas: 6 Fakta Menarik Hidup Gus Dur yang Wajib Diketahui

Amin Basiri • Selasa, 5 Desember 2023 | 14:41 WIB

 

Radar

Sosok Alm. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Sosok Alm. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Madura.id - Kisah hidup Gus Dur, atau Abdurrahman Wahid, merupakan perpaduan unik antara sifat bandel dan kecerdasan luar biasa.

Dilahirkan pada 7 September 1940, Gus Dur tumbuh menjadi tokoh Muslim dan politisi ternama di Indonesia.

Menjadi Presiden keempat Indonesia dari tahun 1999 hingga 2001, Gus Dur dikenal bukan hanya karena keberaniannya dalam menghadapi berbagai tantangan politik, tetapi juga karena sifatnya yang bandel dan penuh dengan kecerdasan.

Di balik kepemimpinan dan ketokohan, Gus Dur ternyata telah merangkai kisah penuh warna dari masa kecil hingga remaja, yang penuh dengan kecerdikan dan kelucuan.

  1. Dikenal sebagai anak bandel

Sejak masa kecil, Gus Dur terkenal sebagai seorang anak yang sangat aktif, bahkan cenderung hyperaktif. Ia sulit untuk diam dan seringkali terlihat nakal.

 Baik di Den Anyar maupun di Tebuireng, Gus Dur kerap kali melakukan tingkah laku yang bermasalah, jahil, dan menjadi sumber keceriaan, meski kadang juga dapat menimbulkan kesulitan bagi orang di sekitarnya.

 Patah tulang 2 kali dalam setahun

Ketika berumur 12 tahun, saking aktif dan semaunya, Gus Dur pernah mengalami 2 kali patah tulang lengan. Yang pertama karena terjatuh dari pohon akibat dahan yang ia injak patah.

 Kedua kali, Gus Dur pernah mengambil makanan dari dapur lalu memakannya di atas pohon besar. Dur kecil yang kenyang akhirnya tertidur lalu menggelinding dan jatuh ke bawah.

 Pernah tidak naik kelas

Selama mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP), Gus Dur pernah mengalami penundaan kenaikan kelas karena kebiasaannya sering membolos.

Ketika ditanya mengenai alasan tersebut, Gus Dur mengungkapkan bahwa ia merasa tidak memiliki teman yang dapat memahami pola pikirnya, sehingga membuatnya memilih untuk membolos.

 Pernah diikat oleh sang ayah

Perilaku bandel Gus Dur kadang membuat Sang Ayah yang penuh kesabaran harus mengambil langkah tegas.

Terkadang, Dur kecil diikat dengan tambang pada tiang bendera di halaman depan sebagai bentuk hukuman atas lelucon atau sikapnya yang melewati batas.

 Pecandu buku bacaan

Meskipun seringkali absen dari sekolah dan bahkan pernah mengalami penundaan naik kelas, siapa yang akan menduga bahwa Gus Dur adalah seorang penggemar buku yang luar biasa.

Bahkan, para guru tidak akan mengalami kesulitan untuk menemukan Gus Dur ketika ia sedang tidak berada di kelas, karena selalu dapat dijumpai di perpustakaan tengah asyik membaca berbagai buku.

 Baca Juga: Menuju Demokrasi Ideal (1), Tantangan Politik Representatif Demokrasi

  1. Menguasai bahasa Inggris sejak kecil

Sejak masa Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP), Gus Dur telah memiliki keahlian dalam berbahasa Inggris.

Dalam rentang waktu dua tahun, ketika masih berada di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), dia telah membaca beberapa karya dalam bahasa Inggris, termasuk Das Kapital karya Karl Marx, karya filsafat Plato, Thalles, dan novel karya William Bochner.

Kisah masa kecilnya yang penuh warna dan sifatnya yang unik menciptakan landasan yang kokoh bagi perjalanan Gus Dur menuju kebesaran sebagai seorang tokoh nasional, menegaskan bahwa kecerdasannya tidak hanya berdampak pada arena politik, tetapi juga dalam setiap aspek kehidupannya yang unik dan menginspirasi.

Editor : Amin Basiri
#Abdurrahman Wahid #gus dur