Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Puisi Khairul Yaqin: Sepi di Meja Makan

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 13 April 2025 | 22:48 WIB
Ilustrasi dibantu Meta AI.
Ilustrasi dibantu Meta AI.

Sepi di Meja Makan

kursimu kosong,

sunyi terasa.

Tak ada senyum yang menyapa,

hanya kenangan yang tersisa.

 

Di meja makan aku termenung,

teringat tawamu yang menenangkan.

Ayah, rindu ini semakin dalam,

di setiap suapan, kau selalu terbayang.

 

Battangan,2025

……………………………………………

Baca Juga: Sanggar Andalas dan Saksi Pernah Raih Penghargaan Sastra

Suara yang Hilang

Dulu kau membangunkanku lembut,

di subuh hening yang penuh cahaya.

Kini alarm berbunyi dingin,

tanpa suara yang penuh kasih sayang.

 

Aku rindu panggilanmu,

Rindu sentuhan yang membangunkanku.

Ramadan ini terasa sunyi,

Karena suaramu tak lagi menyertai.

 

Gapura, 2025

……………………………………………

Baca Juga: Puisi-Puisi Durratun Nadzifah: Di Balik Senyum Purnama

Kepada Bapak

Di sujud panjang kusebut namamu,

kirim rindu lewat doa yang sendu.

Ayah, apakah kau mendengarnya?

Apakah kau bahagia di surga-Nya?

 

Aku tak bisa lagi meraih tanganmu,

tapi doa ini kukirim setulus hati.

Semoga Allah melapangkan jalanmu,

menjadikan rinduku pahala abadi.

 

2025

……………………………………………

Ramadan yang Berbeda

Ramadan ini penuh air mata,

tak ada lagi kehangatan darimu.

Ayah, di setiap sujud kupeluk namamu,

menunggu waktu bertemu kembali.

 

Meskipun kau jauh di sisi-Nya,

cintamu tak akan pernah pudar.

Ayah, selamat beristirahat di surga,

rinduku akan selalu menjagamu.

 

05 Ramadhan 1446 H

……………………………………………

Baca Juga: Sanja'na M. Tauhed Supratman: Powasa Sakolana Kalbhu

Pergi tanpa Salam

Rumah yang berdiri lesu,

Tanpa peluk, tanpa tamu.

Ketupat terdiam di sudut meja,

Menunggu tangan yang tak kunjung tiba.

 

angin angin berbisik lirih,

Menyanyikan rindu yang teriris pedih.

Tak ada salam, tak ada tawa,

Hanya sepi yang bertakhta.

 

2025

……………………………………………

*)Lahir di Sumenep, santri aktif PP Annuqayah Daerah Lubangsa sekaligus mahasiswa Annuqayah dan pustakawan Lubangsa.

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#rindu #Kepada Bapak #Sepi di Meja Makan #Suara yang Hilang #bapak #Ramadan yang Berbeda #ayah #Pergi tanpa Salam