Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Puisi-Puisi Durratun Nadzifah: Di Balik Senyum Purnama

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 30 Maret 2025 | 17:45 WIB

Durratun Nadzifah, siswi kelas Xl MTs Al-Huda Gapura, Sumenep.
Durratun Nadzifah, siswi kelas Xl MTs Al-Huda Gapura, Sumenep.
 

Angka yang Dimakan Usia

Kemarin,

pagi bercerita malam

tanggal melahirkan

satu angka di separuh

kesepian,

 

langit berkunang-kunang

kebahagiaan pada kedip

mata yang menerjemah

harumnya usia

di kala tua sudah

dimakan masa,

 

bunga pun membagi

manisnya purnama

di saat masa lalu

telah kubuang

pada laut yang

terombang-ambing

dengan pahitmya kecewa

 

Gapura, 2025

…………………………………..

Di Balik Senyum Purnama

Di balik senyum bahagia

kau tanam luka

yang kubuat dengan

kata tak sengaja

di saat hari

ingin membagi tawa

pada abu pencetus tangis purnama,

 

fajar pun bermain tawa,

tangis mematikan rasa,

di simpang angan tua

pada perselisihan angka,

 

dan, kutatap rembulan

yang bermusuhan

dengan kenangan,

angin menampar keadaan

di saat kenyataan

ingin mengorbankan kebahagiaan

pada serpihan angan

yang mendaki harapan

 

Gapura, 2025

…………………………………..

Berkibar di Atas Sajak Rindu

Kemarin,

desir puisi berkibar

di rangkulan sajak

permata guru

pada naungan mawar ungu

dengan percikan tawa rindu,

 

kupetik syair pada

terselipnya kata ulang

di hamparan kenangan

yang terbuang angan,

 

sentil harapan kutelan

dengan seribu kenyataan

di sela-sela tegukan

bermain dengan perasaan

 

Gapura, 2025

…………………………………..

Sajak Luka dan Gerimis Kecewa

Kupetik sunyi

pada mimpi yang berilusi

pagi,

di saat mentari tak ingin

mengenalkan diri pada

hari yang mewadah diksi,

 

purnama menabur sajak luka

dan kuambil sebait kata

yang bermakna darah

mengalir tua di lubuk

pencakar luka,

 

permainan kata sudah

melebihi batu

anak remaja di saat

gerimis kecewa sudah meneteskan

kenangan manja pada

historis terpotongnya masa

 

Gapura, 2025

…………………………………..

Sepasang Nyawa Anak Remaja

Sepasang harapan

meniti kenyataan

di saat angan menumpahkan

kenangan pada waktu

yang terkikis kerinduan,

 

injakan tawa tertata manja

dengan seikat nyawa

di persimpangan rasa

yang teraduk cita-cita

anak remaja,

 

masa menilang angka

di kala senyum dimatikan

purnama pada pelukan

kata yang tertutup

akar-akar doa

 

Gapura, 2025

…………………………………..

*)Lahir di Sumenep, 06 Desember 2009. Menyukai puisi mulai kelas Vll MTs Al-Huda Gapura sampai saat ini kelas Xl MTs Al-Huda Gapura. Sekarang aktif di Sanggar 7 Kejora Al-Huda Gapura, Sastra Minggu Mu’allimin Al-Huda Gapura. Puisinya dimuat di Temu Sastra Asia Tenggara, juara 1 cipta puisi di Annuqayah.

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Angka yang Dimakan Usia #Sepasang Nyawa Anak Remaja #Sajak Luka dan Gerimis Kecewa #Di Balik Senyum Purnama #Berkibar di Atas Sajak Rindu