Menggagahi Pendirian
Karang pada desaku,
Harumnya melejit hingga ke semenanjung benua
Cantik tuturnya terdengar merdu di kalangan pujangga
Dengan gagah dan bangga aku berteriak
”Aku lahir dalam kasih cintanya!!”
Sepasang dua pasang mata mencurigaiku
Seraya memintaku bertaruh
Aku terlalu miskin untuk mempertaruhkan hidupku
Namun orang-orang itu malah melucuti pikiranku
Saat aku pergi ke ujung tombak dan meraih harapan
Aku pun menemui jawaban
Iya, kan ku pertaruhkan seluruh napasku
Baca Juga: Sanja’na Rifa: Mate Rassa
Mendamba Benih Kehidupan
Lentera yang melengkungkan rindu
Tersapu angin menatap sendu
Bentala yang menjadi tempat pertamaku mengais
Mengundang haru di setiap bibir pesisir
Dibuatnya pilu saat ku tak lagi menapaknya
Maduraku tertakhta
Harummu kan kubawa hingga ujung dunia
Terguyur Gerimis
Pelik rasanya hidup dekat dengan dahaga
Akankah dipikulnya malu saat tangan membawa hampa
Ataukah dibuangnya sebagai ancaman
Beribu kasih ku tanamkan untuknya
Hanya harap berbunga cinta
Saat tumbuhnya ternyata hitam
Harapku takkan lebur dalam kebencian
Siapakah yang dapat membaca senduku?
Aku pun ingin kembali sembari mengalungkan kehangatan
Dan saat tekadku mengepal, badai pun tak kan mampu menutup pintunya
Menyelami Hakikat
Bukan sudah Tuhan sempurnakan nusaku
Pulau nan kecil beribu tradisi
Saat semua tergerus zaman,
Memencilkan tradisi demi menepis kehausan
Maduraku masih sama
Bukan salah tak terbuka
Bukan kolot tak berkembang
Nusaku hanyalah korban
Dari keegoisan khalayak
Selimut Desaku
Kabut telah memeluk kota asalku
Adakah kipas angin raksasa dapat mengusirnya?
Semakin mengibasnya aku semakin terlempar
Hujan saja tak dapat menyapu kelabu
Tuanku dikelilingi bangkai beracun
Kulihat seribu permaisurinya dicekoki jamu kehidupan
Angsa dan burung-burung meringkuk atas kepedihan
Lantas siapa yang harusnya lebih dulu kupeluk?
*)Dilahirkan oleh seorang perempuan tangguh di Kabupaten Bangkalan. Didikan orang tuanya agar selalu belajar dan bekerja keras membawanya hanyut dalam dahaga ilmu. Saat ini ia tengah menyelesaikan pendidikan di Kota Atlas. Selain aktif menulis dan kerap memenangkan perlombaan dalam kategori menulis tulisan sastra, ia juga turut aktif menulis berita dan artikel di media kampusnya.
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti