Tetesan Sejarah
Kutitipkan sejarah ini
pada malam yang menyapa embun
dengan tetesan air mata yang meluap
Dan kubelajar dari segi ini
apa arti keegoisan diri
yang menguasai pikiran
Tapi aku tak rela dengan nafsuku ini
yang terus dapat menguasai
dengan setan yang mengelabuiku.
Pangabasen,
31-08-2024
……………………………
Rindu Terjebak Kaku
Aku menyaji rindu
pada setangkup madu
yang menggerayang di area bambu
Melekat di jebakan biru
seakan menutupi bisu
yang mengelabui kalbu
Lantas aku melurusi jariku
dengan akar malumu
yang kaku dalam masa itu.
Pangabasen, 25-12-2024
……………………………
Kata dengan Kisah Kita
Diriku memotret kata-kata
dengan pantai bermanja
mengharumi lukisan kita
Pada jejak bambu delima
yang melanda dengan kisah
yang berbua tua
Pangabasen 26-10-2024
……………………………
Berbincang di Balik Jaringan Kelam
Di antara seberang malam
aku berbincang dengannya
mengotori di sepanjang titik mula
Dan merangkai kata
di antara jaringan kelam
menikam dengan acuh rembulan
Sebab pemisah itu
aku tergesa-gesa
mencari jalan derasnya jaringan.
Pangabasen 24-12-2024
……………………………
Rindu Terjebak Kaku
Aku menyaji rindu
pada setangkup madu
yang menggerayang di area bambu
Melekat di jebakan biru
seakan menutupi bisu
yang mengelabui kalbu
Lantas aku melurusi jariku
dengan akar malumu
yang kaku dalam masa itu.
Pangabasen 25-12-2024
……………………………
*)Penulis kelahiran Sumenep. Puisi-Puisinya dimuat di beberapa media dan buku antologi. Diundang ke acara Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi 2024. Aktif di Sanggar 7 Kejora Al-Huda Gapura, Sumenep.
Editor : Ina Herdiyana